PB, Medan — Pengamat Politik Rocky Gerung mengatakan kejujuran mengenai kondisi perekonomian Indonesia saat ini tidak tepat jika mengacu pada gini rasio yang menjadi alasan pemerintah untuk mengkalim bahwa kondisi ekonomi sedang stabil.
“Gini rasio yang digunakan tidak tepat karena hanya menjadikan perbandingan pengeluaran dengan pemasukan sebagai tolak ukur ekonomi,” ujar Roky
dalam diskusi bertemakan Membangun Kecerdasan Akal Sehat Dengan Menentukan Pilihan Presiden 2019 di Kantor DPW Pribumi Bersatu, Medan, Rabu (23/1) kemarin.
Menurutnya, hal tersebut tidak menjangkau apa yang dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke tingkat paling bawah.
“Raport terakhir ada pertumbuhan ekonomi 5 persen. Tapi menurut saya itu tidak ada indikasi sukses, karena sebelumnya 6 persen,” katanya lagi
Lanjut Rocky seperti yang dilansir rmol.com, Kamis (24/1), hasil survey akan pertumbuhan ekonomi itu menjadi salah satu bentuk ketidakcerdasan akal sehat dalam berpolitik.
“Sebab klaim itu menjadi salah satu alat yang digunakan untuk menjustifikasi bahwa kondisi ekonomi Indonesia tidak bermasalah,” terangnya.
Ironisnya menurut dia, hal seperti ini juga masih ditambahi dengan adanya pernyataan bahwa Indonesia akan mengekspor beras pada musim panen.
“Kita akan mengeksport beras bila panen raya karena kelebihan pasokan. Saya beritahu kelebihan pasokan bukan karena panen berlebih, namun karena keduluan ekspor banyak. Ada kekacauan mendasar seperti ini. Tapi pemerintah sangat percaya diri, ada kedaulatan pangan sehingga tidak mungkin krisis,” sebutnya.
Sebenarnya jelas Rocky, persoalan ekonomi tidak perlu menjadi salah satu perdebatan utama seandainya pemerintah jujur mengenai apa yang dihadapi oleh masyarakat saat ini sehingga kejujuran pemerintah sangat dibutuhkan.
Ia pun menyarankan agar survey langsung terhadap masyarakat di bawah khususnya kalangan emak-emak menjadi hal yang harus dilakukan untuk melihat kondisi saat ini.
“Karena akal sehat dan kejujuran ekonomi saat ini itu akan sama seperti apa yang dirasakan oleh emak-emak. Kalau emak-emak merasakan semua serba sulit, maka itu adalah sebuah kejujuran berdasarkan akal sehat soal kondisi ekonomi,” pungkasnya.
Diskusi ini dihadiri Ketua DPW Pribumi Bersatu Sumatera Utara Arie Nasution, Ketua DPW Asosiasi Pengusaha Pribumi Nusantara Indonesia/Asprindo Rafriandi Nasution dan puluhan kalangan emak-emak.
Mereka sepakat akal sehat harus dikedepankan dalam menentukan nasib Indonesia lewat pemilu 2019.
(Redaksi)
loading...