PB, Jakarta  — Tokoh Nasional Rizal Ramli menyebut pemerintahan Jokowi tidak berpihak pada kepentingan petani.
Kata RR, salah satu bukti ketidak berpihakan pemerintahan Jokowi kepada petani adalah inkonsistensinya untuk menyetop impor pangan sebagaimana disampaikan saat kampanye tahun 2014 lalu.
“Kalau hari ini, kurang jelas keberpihakannya. Kalau pidato memang Presiden Joko Widodo, kalau kampanye pingin kedaulatan pangan, setop impor ini, kurangi impor ini, dan lain-lain. Tapi empat tahun kemudian yang terjadi sebaliknya. Indonesia menjadi raja impor, nomor satu gula dan lain-lain. Dan itu merugikan petani,” ujar Ketua Dewan Pembina Asprindo itu kepada pembawaberita.com, Jum’at (1/2).
RR juga menyebutkan ketidak konsistenan tersebut juga terlihat pada implementasi cita-cita, strategi, kebijakan dan personalia yang diterapkan.
“Cita-cita ke kanan, maunya kedaulatan pangan, tetapi strateginya impor ugal-ugalan. Kebijakannya juga impor setiap saat, personalianya juga dipilih yang raja impor,” jelas Mantan Menko Maritim itu.
Rizal pun membandingkan era pemerintahan Alm. KH. Abdulrahman Wahid dengan pemerintahan Jokowi saat ini.
“Gus Dur ingin kita berdaulat secara ekonomi dan politik dan ada keberpihakan. Jadi ekonomi itu bukan hanya soal itung-itungan, itu sih tukang. Tapi ekonomi yang penting berpihak kepada siapa dulu baru dicari itungan-itungannya. Itulah yang menjelaskan kenapa saya dengan Gus Dur menjadi sangat deket sekali,” jelas RR lagi.
Lebih jauh RR menyebutkan bahwa pada masa pemerintahan Gusdur, indikator perkembangan ekonomi mengalami kemajuan pesat, yang dari semula -3% menjadi 4,5%.
Selain itu kata dia, kesejahteraan rakyat juga meningkat dan kesenjangan pendapatan antara yang kaya dan miskin juga menjadi paling rendah dalam sejarah Indonesia, yakni mencapai 0,3%.
Untuk itu dia berharap agar Presiden yang terpilih di masa mendatang menjaga konsistensi pidato-pidatonya sehingga tak salah jalan.
(Redaksi)
loading...