PB, Lumajang-  Tim Opsnal Polres Lumajang kembali menangkap seorang pemuda di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin, (4/2).
Pemuda tersebut diketahui bernama Muhammad Alfan (30), warga Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.
Alfan harus diamankan oleh petugas karena tertangkap tangan pada saat melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai serta menyediakan Narkotika golongan 1 bukan tanaman jenis sabu.
Alfan diciduk aparat di tepi Jalan Raya Pronojowo (piket nol) Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo, Lumajang sekira pukul 12.30 WIB.
Barang bukti yang berhasil diamankan sendiri berupa satu buah klip yang berisikan serbuk kristal warna putih yg diduga sabu dengan berat kotor 0,99 gram serta satu buah plastik klip yang berisikan serbuk kristal warna putih yang diduga sabu dengan berat kotor 0,20 gram.
Tersangka Alfan akhirnya langsung digiring menuju Mapolres Lumajang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
 Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban membenarkan perihal penangkapan tersebut.
“Memang benar, dalam kampanye kami yakni perang terhadap peredaran obat obatan terlarang, kami akan terus menangkap siapa saja yg memang terbukti memiliki maupun mengedarkan barang haram tersebut. Kemarin (4/2) tim opsnal Sat Reskoba Polres Lumajang menangkap pemuda di wilayah Kecamatan Pronojiwo. Semoga hal ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat lain agar tidak memiliki mauoun mengedarkan barang haram ini,” tegas Arsal.
Senada dengan itu, Kasatresnarkoba Polres Lumajang, AKP Priyo Purwandito SH menuturkan penangkapan dalam kepemilikan sabu ini bukanlah penangkapan yang terakhir.
“Saya ingatkan, ini bukanlah penangkapan yang terakhir. Jika memang ditemukan lagi seseorang yg memiliki barang haram seperti yang dimiliki oleh pelaku bersangkutan, maka tim kami siap untuk terus mengejar,” tegas Priyo.
Dia menambahkan tersangka melanggar pasal 112 ayat 1 UURI nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4  tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.
(Enel)
loading...