PB, Lumajang — Konflik horizontal pertambangan pasir di Dusun Kajar Kuning Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, Lumajang menyebabkan Matsun Hadi (51) mengalami luka bacak pada siku lengan kiri hingga dirawat di RSUD DR. Haryoto Lumajang, Selasa (5/2).
Tim Cobra Polres Lumajang bergerak cepat sehingga dalam waktu 12 jam setelah kejadian berhasil membekuk pelaku Miskal (53) yang awalnya melarikan diri.
Miskal yang juga adalah Perangkat Desa Sumberwuluh (Ketua RW red) berhasil ditangkap di rumah Dila yang berada di Jalan Wijaya Kusuma Kelurahan Ditotrunan Kota Lumajang.
Di tangan tersangka petugas juga berhasil mengamankan alat yang digunakan yaitu sebilah clurit.
Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban menjelaskan kasus pembacokan ini diduga erat kaitannya dengan  aktifitas pertambangan pasir di Lumajang.
“Kami mengantisipasi jangan sampai kasus salim kancil terulang kembali. Alhamdulillah dalam tempo 12 jam pasca kejadian, pelaku yg sempat melarikan diri berhasil ditangkap oleh Tim Cobra Polres Lumajang,” ujar Arsal.
“Kepada pelaku yang diduga telah membacok korban dengan menggunakan senjata tajam jenis clurit, akan dilakukan penegakkan hukum maksimal,” tegas Arsal Kembali.
Senada dengan itu Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran mengatakan intruksi Kapolres untuk segera menangkap pelakunya telah direalisasikan hanya dalam tempo 12 jam.
“Kami jawab dengan menangkap Miscal hanya dalam tempo 12 jam. Senjata clurit yang digunakan juga sudah kami sita sebagai barang bukti yang akan di tampilkan nanti saat persidangan,” ujar Hasran yang juga selaku Ketua Tim Cobra Polres Lumajang.
Untuk diketahui kronologis peristiwa tersebut awalnya korban bermaksud untuk membantu membukakan portal supaya dapat dilalui armada tambang pasir.
Pembukaan portal itu dikarenakan pada malam sebelumnya antara masyarakat dan pemilik tambang telah ada kesepakatan membuka jalan Dusun Kajarkuning untuk dilewati kendaraan truk pengangkut pasir dengan kompensasi masyarakat mendapatkan uang sebesar Rp. 10.000,-/rit yang akan dikirimkan melalui rekening masing-masing masyarakat.
Menurut keterangan korban, saat itu dirinya bertemu dengab Dila di TKP dan dia bercerita kepada Dila bahwasanya dirinya dituduh oleh pelaku sebagai provokator yang menutup jalan kajar kuning sehingga tidak dapat dilewati kendaraan pengangkut pasir.
Tiba-tiba dari arah Timur datang pelaku dengan mengendarai sepeda motor menuju ke arah korban yang saat itu menunjuk ke arah Pelaku.
Pelaku merasa tersinggung dan langsung membacok korban dengan sajam jenis clurit yang masih terbungkus koran.
Kasat Reskrim menambahkan pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat 2 KUHP, tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, diancam pidana penjara paling lama 5 Tahun dan Pasal 2 ayat 1 UU Drt No.12 Tahun 1951
tentang membawa senjata tajam, diancam Pidana Penjara Paling lama 10 Tahun.
(Enel)
loading...