PB, Lumajang — Kota begal, merupakan nama suram yang sering kali disandingkan jika mendengar Kota Lumajang.
Tak heran jika  kata kata tersebut sering kali dilontarkan oleh warga yang mengetahui seluk-beluk dari kota yang berada di kaki gunung Semeru ini.
Namun, pandangan negatif masyarakat tersebut berusaha dirubah oleh Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban  pada saat mengisi acara dalam rangka Hari Pers Nasional di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Jum’at (8/2).
Pria yang memegang tongkat kepemimpinan Polres Lumajang ini tak rela jika Kota Lumajang terus terusan disebut sebagai kota begal.
“Sangat mengherankan saat saya pertama kali datang di Lumajang ini dikasih tau kalau kota ini menyandang sebagai kota begal karena tingkat kejadian kasus begal sangat tinggi. Gebrakan saya yang pertama dulu adalah jangan kasih ampun para begal di kawasan kita,” tegas Arsal.
Lebih lanjut, Kapolres juga mengutarakan bahwa sebenarnya pariwisata di Lumajang sangatlah memiliki nilai jual untuk pangsa pasar wisatawan baik domestik maupun internasional.
“Kita memiliki garis pantai yang cukup panjang di wilayah selatan. Tak lupa ada pula air terjun di perbatasan Lumajang-Malang. Dan yang menurut saya paling istimewa, yakni Lumajang dianugerahi tempat yang sangat indah untuk menikmati terbitnya matahari di mana posisi awan ada dibawah dan disekitar kita. tempat wisata ini dikenal dengan nama  B29 atau dikenal juga dengan istilah Negeri Diatas Awan. Saya sangat ingin sekali wilayah ini dikenal sebagai negeri diatas awan dan menghapus stigma negative yang telah berkembang dikalangan masyarakat,” ungkap Arsal.
Lebih lanjut, keinginan tersebut tak hanya semata sebagai tanggung jawab Polri saja.
“Perlu campur tangan rekan rekan yang berada di depan saya ini, sahabat-sahabat saya dari jurnalis untuk memberikan berita terkini tentang perubahan di wilayah Lumajang ini. Saya sangat yakin Jurnalis adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan dan juga mulia. Maka dari itu, mari bersama sama satukan tekat satukan tujuan untuk membangun Lumajang yang kita cintai ini melalui profesi kita saat ini,” jelas Arsal.
(Redaksi)
loading...