PB, Lumajang — Polres Lumajang baru-baru ini mendapat angka predikat kepuasan dan kepercayaan masyarakat yang tinggi atas kinerja Polri dibwilayah Kabupaten Lumajang.
Sesuai hasil Survei Markplus Insight, Polres Lumajang berada pada rangking ke-3  polres Paling dipercaya masyarakatnya untuk kategori kota metropolitan/megapolitan (berpenduduk di atas 1 juta red), dengan indeks kepercayaan 98,33.
Survei Markplus Insight ini dilakukan dalam rangka memotret upaya Polri dalam membangun kepercayaan publik (Public Trust).
Survei ini dilakukan secara nasional dengan membandingkan antar Polres se-Indoensia.
Survei ini mengukur persepsi masyarakat tentang Polri di masing-masing Polres.
Sedangkan untuk kepuasan masyarakatnya, Lumajang punya indeks kepuasan 91,48 atau masuk ranking ke-5  secara nasional untuk kategori kota metropolitan dan megapolitan.
kinerja Kepolisian Resort Lumajang yang dengan tegas memberantas pelaku Kriminalitas, di mana dalam 2,5 bulan kepemimpinan Kapolres AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban telah 15 pelaku kejahatan yang terpaksa dilumpuhkan karena melawan petugas.
Selain itu puluhan kasus yang sudah diungkap dalam kurun waktu 2,5 bulan kepemimpinannya mendapatkan apresiasi yang luar dari masyarakat Lumajang.
Kerja maksimal Polres Lumajang dapat dirasakan melalui Kinerja Tim Kobra dalam menangkap pelaku Kriminalitas, upaya Tim Pemburu Begal dalam mempersempit ruang pelaku kriminal dan mereduksi penyakit masyarakat di Kabupaten Lumajang.
Juga keberadaan Satgas Siaga Bencana yang siap menanggulangi kejadian bencana alam di mana saja di wilayah Lumajang serta pembentukan Satgas Keamanan Desa yang saat ini sudah terbentuk di 126 desa dengan total 3.870 anggota satgas.
Hal ini membangkitkan kepedulian masyarakat atas keamanan wilayah desa mereka.
Kemudian Tim Opsnal Resnarkoba yang sering sekali mengungkap peredaran Narkotika di Kab Lumajang serta masih banyak lagi prestasi yang dapat ditorehkan dari Polres Lumajang.
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad arsal Sahban SH SIK MM MH menuturkan penilaian masyarakat kepada pihaknya tentu menjadi penyemangat bagi Polres Lumajang untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat.
“Sejak saya memimpin Polres Lumajang, 3 fokus utama yang telah saya canangkan untuk dapat diselesaikan yaitu tentang maraknya kasus begal, serta banyak  pencurian sapi yang hampir terjadi setiap malam. kedua kejahatan ini telah menciptakan fear of crime dalam masyarakat, sampai-sampai saya harus mengeluarkan sayembara bagi siapa yang dapat menangkap pelaku begal maupun pencuri sapi maka akan saya kasih 1 bulan gaji saya selaku Kapolres,” ujarnya.
Selain kedua permasahan tersebut kata dia, konflik horizontal akibat tambang pasir juga menjadi fokusnya karena hal ini dapat menyebabkan konflik besar antar warga bila tidak dicari jalan keluar yang saling menguntungkan (win-win solution red).
“Kenapa bisa demikian?!  karena permasalahan ini adalah masalah perut, bukan masalah memperkaya diri,” jelas Arsal.
(Redaksi)
loading...