PB, Jakarta — Budayawan Ridwan Saidi menilai pemerintah terlalu berlebihan menanggapi pihak-pihak yang kritis.
Kata dia reaksi berlebihan dari pemerintah tersebut juga menunjukkan adanya ketakutan dari penguasa.
“Reaksi seperti itu memperlihatkan kemenangan lawan petahana, yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sudah di depan mata,” ujar Budayawan Betawi tersebut kepada pembawaberita.com, Kamis (14/2).
Menurutnya sikap panik yang  dipertotonkan kubu petahana juga merupakan upaya menutupi kesalahan/blunder yang selam ini terus diperbuat oleh kubu petahana itu sendiri.
“Ini kubu lawan memang kalang kabut. Nggak ada hitung-hitungannya mereka bakal menang. Ini sudah jodohnya Prabowo presiden,” ujar Babe sapaan akrabnya.
Namun Ridwan berharap agar kubu Prabowo Sandi bersikap biasa saja merespon kegalauan dari petahana.
“Cuma kita jangan somboong, tetap kita rendah hati,” harapnya.
Babe menyebutkan tanda-tanda kepanikan dari petahana itu dilihat dari sikapnya yang menangkap para pengkritik seperti Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Slamet Ma’arif, Musisi Ahmad Dani ataupun Buni Yani.
“Ini psikologi orang yang mengerti akan kalah. Rezim sekarang takut. Harusnya mereka tidak melakukan penangkapan-penangkapan. Apalagi pidana pemilukan tidak sampai 7 bulan,” jelasnya.
(Redaksi)
loading...