PB, Lumajang — Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang berhasil mengungkap tiga kasus narkoba dalam waktu sehari di tiga tempat yang berbeda, Kamis (14/2).
Tiga orang tersangka telah diamankan beserta barang bukti berupa Shabu dengan berat kotor 0,22 Gram beserta alat hisapnya dan 192 butir pil warna putih logo ‘Y’ dan 8 butir pil warna kuning logo ‘DMP’ di 3 TKP yg berbeda.
TKP pertama berada di dalam rumah seorang warga Desa Gondoruso Kecamatan Pasirian atas nama Oki Ade Saputra warga Dusun Danurojo Desa Gondoruso Kecamatan Pasirian, Lumajang yang diamankan pada pada pukul 17.00 WIB.
Pada kasus ini Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang mengamankan 1 poket/plastik klip berisi Shabu dengan berat kotor 0,22 gram yang disembunyikan di dalam bungkus rokok Gudang Garam serta seperangkat alat hisap Shabu (Bonk).
Kemudian lanjut ke TKP kedua Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang menangkap Yoga Andi Setiawan Bin Satral warga Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono Lumajang di depan rumahnya sendiri sekira pukul19.30 WIB.
Disini diketemukan 192 butir pil warna putih logo ‘Y’ dan 8 butir pil warna kuning logo ‘DMP’ serta uang hasil penjualan sebesar Rp. 20.000.
TKP Ketiga di Tepi Jalan Gajah Mada Desa Kutorenon Kec. Sukodono Kab. Lumajang diamankan seorang pria atas nama Roni Bagdiansyah Eka Pratama warga Dusun Krajan Desa Dawuhan Lor Kecamatan Sukodono, Lumajang pada pukul 21.30 WIB.
Ditangannya Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lumajang berhasil mengamankan uang hasil penjualan sebesar Rp. 10.000.
Tersangka RONI ditangkap sesaat setelah menjual (edar) obat/pil warna putih logo ‘Y’ serta obat/pil warna kuning logo ‘DMP’ tanpa keahlian dan kewenangan kepada  Yoga Andi Setiawan.
Kapolres lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menerangkan bahwa dirinya yang pernah menjabat sebagai kasubdit Narkoba Polda Metro Jaya menaruh perhatian khusus terhadap masalah Narkoba di Lumajang.
“Saya tau konsep menangani masalah narkoba, hanya ada kendala di sarana teknologinya. Bila Pemda mau membantu biaya pembangunan teknologi penanganan narkoba di Lumajang, saya pastikan narkoba akan hilang di Lumajang. Biayanya tidak lebih dari 1 milliar,” ujar Arsal.
Arsal mengaku telah membicarakan masalah penanganan narkoba dengan Bupati.
“Dan beliau sangat serius, saya juga sudah komunikasi dengan Ka BNNK, beliau juga serius untuk membuat Lumajang bebas dari narkoba. Semoga sinergitas kami bertiga dengan Potensi masing-masing bisa terwujud untuk membuat lumajang bebas dari narkoba,” jelas Arsal.
Kapolres menambahkan bahwa tersangka pertama melanggar Pasal 111 ayat 1 Jo. 127 ayat 1 UU RI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika Sub Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.
“Tersangka kedua dan ketiga pun dijerat dengan Pasal 197 sub 196 UURI no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal selama 10 tahun dan denda paling banyak Rp satu milyar,” pungkasnya.
(Redaksi)
loading...