PB, Lumajang — Berawal dari tiga ekor sapi milik Sukir warga Desa Bades yang sempat hilang namun berhasil ditemukan melalui proses yabg dramatis dan membuat warga terkesima dengan kinerja Polres Lumajang.
Salah satu sapi berhasil ditemukan di wilayah Desa Selok Anyar Kecamatan Pasirian, Kamis (28/2).
Kali ini Polisi menerjunkan anjing pelacak untuk mencari keberadaan dua ekor sapi sisanya.
Hasilnya anjing pelacak tersebut terus berputar-putar di satu tempat sehingga Polisi mencurigai tempat itu.
Kecurigaan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal yang langsung memerintahkan menggeleda semua kandang di Dusun tersebut.
Benar saja ada kandang yang berisi tujuh sapi dan dua diantaranya adalah milik korban karena korban mengenal betul ciri-ciri sapinya yang hilang.
Saat semua mata tertuju ke kandang tersebut, terdengar langkah orang berlari ke suatu rumah dan saat diikuti ditemukan jejak kaki di tembok rumah yang mengarah ke plafon rumah yang berjarak beberapa rumah dari kandang tersebut.
Dari sinilah penangkapan dramatis bermula karena himbauan Polisi kepada pelaku Kusnan Fauzi agar menyerahkan diri tudak digubris.
Polisi pun mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak hingga enam kali namun tetap tidak dihiraukan oleh tersangka yang diketahui membawa senjata tajam.
Kapolres Lumajang pun memerintahkan untuk mengepung rumah tersebut dari segala sisi dan menginstruksikan untuk melepaskan timah panas karena tersangka sudah melawan dan membahayakan petugas.
Setelah beberapa peluru diletuskan tersangka berteriak kesakitan karena salah satu peluru berhasil mengenai kaki tersangka sehingga membuatnya turun untuk menyerahkan diri.
Warga sempat dibuat tegang karena proses penangkapan yang mengharuskan tindakan tegas dilakukan oleh pihak kepolisian.
Namun dibalik itu semua tersangka pencurian sapi berhasil diamankan dan lima sapi dalam kandang yang diduga hasil kejahatan juga dibawa ke Mapolres Lumajang.
Selanjutnya pelaku Kusnan Fauzi dibawa ke RS. Bhayangkara Lumajang untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban mengakui proses penangkapan ini cukup dramatis karena melibatkan seluruh elemen.
“Dalam upaya penangkapan pencuri sapi tersebut saya sangat bangga kepada semua yang terlibat karena mereka tidak lagi diam serta acuh tak acuh kepada keadaan sekitar. Beruntung tidak ada korban luka selama proses penggrebekan berlangsung.
Meski pelaku berusaha bersembunyi di plafon rumah namun itu adalah usaha yang sia-sia karena seluruh penjuru rumah sudah dikepung dan alhamdulilah pelaku dapat diamankan,” ujar Arsal
Sementara itu Katim Cobra AKP Hasran Cobra juga menambahkan pihaknya akan mengembangkan kasus itu guna mengetahui keterkaitan orang lain.
“Saya akan terjunkan Tim Cobra untuk lebih mendalami kasus ini, masyarakat sudah menyaksikan dalam proses penangkapan ini, jika Cobra sudah terlepas dan mematuk mangsanya maka fatal akibatnya sama seperti yang dirasakan oleh pelaku yang harus merasakan panasnya timah dari pucuk senjata api Tim Cobra,” ujar Hasran Cobra.
(Redaksi)
loading...