PB, Semarang — Mantan Menko Bidang Kemaritiman Kabinet Jokowi, Rizal Ramli, mengingatkan mantan bosnya itu untuk tidak over klaim.

RR juga meminta Jokowi untuk mengakui program yang gagal dalam kepemimpinannya.

Menurut dia, beberapa janji Jokowi yang gagal antara lain kedaulatan pangan dan kedaulatan ekonomi yang mana bila dilihat dalam impor pangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya 5 persen dalam 5 tahun.

“Pak Widodo dulu janji 7 persen tapi tidak sanggup. Kalau tidak sanggup mau ganti strategi tidak. Karena yang ini gagal kok, wajar donk kalau tawarkan strategi baru,” kata Ekonom Senior itu sebagaimana dilansir detik.com, Sabtu (2/3).

Ketua Dewan Pembina Asprindo itu mengakui memang ada program Jokowi yang berhasil seperti halnya soal infrastruktur.

Namun jangan hanya keberhasilan saja yang diungkapkan, namun kegagalan berserta strategi untuk memperbaikinya.

“Saya minta pak Widodo sportif mengakui kegagalan yang ada dan jelaskan strategi yang baru dalam 5 tahun kedepan,” tegas Rizal.

“Kalau ngaku maaf target tidak tercapai rakyat Indonesia seneng kok, ‘saya akan ganti strategi nih’. Tapi itu tidak keluar dari pak Widodo dan timnya,” imbuhnya.

Terkait over klaim, Mantan Menko Perekonomian itu memperingatkan agar Jokowi tidak asal klaim namun juga mengakui kinerja pemerintahan sebelumnya. Rizal menekankan pada UU Desa yang akhirnya membuat setiap desa mendapatkan dana Rp 1 Miliar. Menurutnya UU Desa itu perjuangan dari Asosiasi Kepala Desa dan Parade Nusantara yang kala itu Rizal Ramli mejadi ketua dewan pembinanya pada tahun 2012.

“Jadi tidak bisa pak Widodo klaim ini prestasi dia. Kami kok yang ‘digebuki’, panas-panasan. Tolong yang jujur yang fair kalau ada prestasi pemerintah sebelumnya akuilah jangan semua di klaim, itu tdak kesatria, malah membuat orang jijay,” terangnya.

Selain itu ada yang menarik dari perbincangan Rizal yang mengomentari soal Jokowi. Rizal mengaku kini tidak lagi memanggil “mas Jokowi” atau “pak Jokowi”. Kini Rizal memanggilnya dengan “pak Widodo”. Alasannya karena banyak data yang dilontarkan Jokowi ngawur.

“Banyak data ngawur, saya tidak mau panggil mas Jokowi, panggil pak Widodo,” katanya.

(Redaksi/Sumber)

loading...