PB, Bakan — Proses evakuasi para penambang emas yang tertimbun material longsor di Desa Bakan diperpanjang selama tiga hari hingga Kamis (7/3) besok.

 

Dihari kedelapan Selasa (5/3), Basarnas bersama tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 9 kantong jenazah. Kesembilan kantong ini ditemukan dalam waktu dan titik penemuan yang berbeda.

 

Proses evakuasi para penambang emas ini terbagi menjadi dua tahap. Pertama mulai 26 Pebruari sampai 3 Maret 2019, berhasil mengevakuasi 27 korban. Evakuasi tahap kedua terhitung sejak 4 maret hingga proses evakuasi dinyatakan nanti selesai dan sementara berhasil mengevakuasi 11 kantong jenazah.

 

“Evakuasi pertama hasilnya tidak berubah 27 korban, 19 yang semula selamat menjadi 18 karena ada satu korban luka berat sehinhga korban meninggal menjadi 9. Kemudian ada jesa waktu, pada tanggal 28 kita terhenti karena mendapat kesulitan dan ragu apalah di lokasi tersebut korban masih dalam keadaan hidup atau tidak,” ujar Direktur Operasi Basarnas Budi Purnama yang terjun langsung ke Desa Bakan memantau kegiatan proses evakuasi, Selasa (5/3).

 

“Mulai kemarin (4/3) penyebutan hasil evakuasi sekarang adalah jumlah kantong karena kita tidak tahu yang kita evakuasi dalam keadan utuh atau hanya berupa bagian tubuh dari penambang emas. Untuk mengetahui identitasnya bisa langsung konfirmasi ke tim DVI di rumah sakit”, jelas Budi.

 

Jenderal Bintang Satu ini menambahkan sebelumnya untuk memastikan apakah korban masih ada yang hidup atau tidaka Basarnas menggunakan alat yang disebut rescue radar. Alat ini bisa mendeteksi hingga radius maksimal 60 meter.

“Terhitung 1 Maret 2019 hingga saat ini terus dilakukan assesment dengan melibatkan juga pihak keluarga untuk memgetahui dimana saja dugaan-dugaan korban tertimbun. Tidak hanya itu, Basarnas juga mengajak tokoh agama agama setempt untuk sama-sama berdoa agar proses evakuasi dapat berjalan lancar,” sambungnya.

 

Usai mengevakuasi 9 kantong dan membawanya ke rumah sakit terdekat, tim SAR gabungan kembali melakukan assesment.

 

Hasilnya tim SAR gabungan kembali mengalami kendala karena dititik yang diduga banyak korban tertimbun terdapat batu berukuran sangat besar.

 

Excavator berukuran 40 ton pun dikerahkan untuk mengangkat batu tersebut namun hingga malam hari belum berhasil dikeluarkan.

 

Seluruh personil gabungan jugaa standby 24 jam di sekitar goa tertimbunnya para penambang untuk berjaga-jaga jika nantinya terlihat korban, tim langsung mengevakuasi.

 

 

(Redaksi)

loading...