PB, Jakarta — Publik dikejutkan dengan viralnya sebuah video yang menampilkan jalan tol tertutup oleh lautan air. Ternyata, tol trans jawa kebanjiran.

 

Titik banjir tepatnya berada di KM 603 hingga KM 604, Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Ketinggian banjir hampir mencapai 1 meter sehingga akses dari Surabaya menuju Solo terputus.

 

Wajar publik bingung. Tol tersebut baru diresmikan. Mestinya terbebas dari banjir. Namun sayang, ada sisi kelemahan dalam proses pembangunannya. Tanggul mudah jebol sehingga menyebabkan melubernya air menutup jalan tol. Jebolnya tanggul bisa jadi karena pengerjaannya yg terburu2. Ingin cepat diresmikan untuk dijadikan media pencitraan.

 

Kalau melihat kronologinya, tol Trans Jawa sejatinya bukan janji politik Jokowi pada Pilpres 2014. Janji Jokowi adalah membangun tol laut. Menurutnya, bentangan wilayah laut mulai dari Aceh hingga Papua dianggap belum terkoneksi secara baik.

 

Akibatnya, antar wilayah masih terjadi perbedaan harga komoditas secara signifikan. Karena keberadaan tol laut dianggap akan mampu mewujudkan pemerataan kemakmuran ekonomi.

 

Pada waktu itu publik masih menerka-nerka seperti apa bentuk kongkrit tol laut tersebut. Namun sayang, publik dibuat kecewa karena hingga akan berakhirnya pemerintahan Jokowi bentuk tol laut yg dijanjikan Jokowi juga belum terwujud. Bisa dikatakan ide tol laut telah gagal total. Konsep Jokowi tidak didukung oleh perencanaan yang matang. Nasib tol laut tak ubahnya seperti proyek mobil esemka. Hanya dijadikan dagangan kampanye.

Alih-alih mewujudkan tol laut, Jokowi lebih tertarik meneruskan pembangunan tol Trans Jawa yang desainnya sudah ada. Para presiden terdahulu telah memulainya dan menyiapkan desainnya. Jokowi hanya meneruskan saja. Lebih mudah meneruskan desain yang sudah ada daripada membangun dari nol. Itulah sebabnya tol laut gagal total. Ide besar tapi rapuh perencanannya sehingga gagal diwujudkan.

Namun tidak ada yang sia-sia. Meskipun memilih membangun tol Trans Jawa, namun secara tidak sengaja juga terbangun “tol laut”. Ya, tol Trans Jawa kebanjiran sehingga tak ubahnya mirip menjadi tol laut. Pengerjaan yang grusa-grusu telah mengantarkan terwujudnya “Tol Laut”.

 

Oleh : Moh. Nizar Zahro
Ketua Umum SATRIA GERINDRA

loading...