PB, Lumajang — Gowes sehat sejauh 12 km dan diikuti kurang lebih 1000 peserta berjalan meriah.

 

Jajaran Forkopimda dan tentu saja jajaran Polres Lumajang ikut serta memeriahkan kegiatan tersebut sembari mensukseskan Millenial Road Safety Festival, Sabtu (9/3).

 

Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban  mengatakan semangat masyarakat Lumajang mengikuti Gowes Bengi.sangat luar biasa.

 

“Gowes yang dilakukan malam hari, saya mengapresiasi antusiasme masyarakat Lumajang. Ini menandakan masyarakat lumajang sehat-sehat,” ujar Arsal

Arsal menerangkan, kecelakaan lalu lintas sudah menjadi informasi yang biasa bagi masyarakat, karena setiap hari kita mendengar informasi tentang kecelakaan lalu lintas.

 

Padahal kata dia, kecelakaan lalu lintas sangat berdampak signifikan bagi korban dan keluarganya karena korban laka lantas sebagian besar tulang punggung keluarga.

 

“Siapa yang menghidupi rumah kalau bapaknya kecelakaan fatal dan harus dirawat di rumah sakit ?!, kasihan kan. dari data yang kami miliki, korban laka lantas berkisar pada umur produktif yaitu rentang umur 20-40 tahun,” bebernya.

 

“Penyebab kematian didunia akibat kecelakaan lalu lintas berada pada posisi ke-5 setelah penyakit jatung koroner, diabetes, paru-paru, TBC kemudian laka lantas. Hal ini sesuai data dari WHO yg merupakan badan PBB. kita ketahui tahun 2018 ada 27.910 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Perang irak-Iran dan Perang di Suriah tidak sampai menyebabkan korban sebesar itu dalam setahun. lebih rawannya lagi, 70 persen dari korban tersebut adalah usia produktif yang saat ini dikenal sebagai kaum milenial,” ujar Arsal kembali.

 

Sementara itu Kapolri Jenderal Pol. Prof H Muhamad Tito karnavian Ph.D dalam arahannya mengatakan visi dan misi dari Millenial Road Safety Festival adalah memberdayakan kaum milenial untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran Lalu Lintas guna tercapainya tujuan Road Safety to Zero accident.

“Juga terbangunnya budaya tertib lalu lintas khususnya di kalangan generasi milenial, adanya peningkatan kualitas keselamatan di jalan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan, membentuk relawan lalu lintas milenial Indonesia dan juga empererat hubungan kedekatan antara Polisi Lalu Lintas dengan Generasi Millennial,” jelas Kapolri.

 

Rizal (19) salah satu peserta gowes senang dengan pelaksanaan gowes malam hari yang belum umum dilaksanakan.

 

“Senang banget, baru kali ini ikut Gowes Bengi. Tadi sempat lewat tempat yang gelap, sepeda saya pelankan, hati-hati banget jalannya. Jangan sampai ban sepeda masuk lobang, bisa ke jungkal,” kata Rizal dengan mimik senang bisa masuk finish.

 

 

(Redaksi)

loading...