PB, Jakarta — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan puluhan personel militer China telah berada di Kabupaten Konawe Sultra.
“Lemhanas sudah mendeteksi 60 orang tentara merah sudah ada di Konawe, itu berbahaya,” ujar Said Iqbal pada program acara talkshow TV One Indonesia Business Forum berjudul “Buruh Asing Menyerbu Indonesia”, Kamis 9 November 2017 lalu.
Dia juga menuding pekerja China di Indonesia telah melakukan kegiatan spionase terhadap militer Indonesia.
“Dua orang China yang ada di Lapangan Terbang Halim instalasi militer adalah kegiatan spionase,” tegasnya.
Pernyataan Said Iqbal tersebut kembali dilontarkan pada acara Talkshow TV One Apa Kabar Indonesia Pagi berjudul “Tenaga Kerja Asing Serbu Indonesia”, Selasa 24 April 2018 dan pada acara Talkshow TV One ILC berjudul “Buruh Lokal vs TKA” Mayday, Mayday, Mayday, Selasa 1 Mei 2018.
Said Iqbal menduga kehadiran personel militer China itu seiring dengan membanjirnya Tenaga Kerja China di Indonesia dengan menyamar sebagai pekerja.
Senada dengan itu Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI Purn Kivlan Zen mengatakan bahwa saat ini personel militer China di Indonesia telah mencapai ratusan ribu orang.
“Memang benar, 500 ribu lewat Lion Air tiap hari,” ujar Kivlan melalui pesan Whatsappnya, Ahad (10/3).
Bahkan Kivlan menyebut saat ini para tentara merah itu telah masuk hutan,  berada di perkebunan-perkebunan, apartemen dan rumah-rumah kontrakan.
Diapun menggugah rakyat Indonesia untuk menggalakan bela negara sesuai dengan UUD 1945.
(Redaksi)
loading...