PB, Oksibil — Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725/Woroagi Pos Oksibil pimpinan Kapten Inf Imam Mutaqin, S.T.Han, S.S.Ip. bersama 5 orang anggotanya membantu mengajar di Sekolah Dasar (SD) YPPK Kikdung Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Senin, (11/3).

Kapten Inf Imam Mutaqin mengatakan bahwa prajurit TNI selain sebagai aparat negara di wilayah perbatasan juga ikut serta dalam tenaga pendidik.

 

Kata dia hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dari kepedulian Satgas Yonif 725/Woroagi terhadap dunia pendidikan khususnya di daerah perbatasan, sehingga sekolah-sekolah yang berada di wilayah perbatasan juga mendapat pendidikan yang sama dengan yang di perkotaan.

 

Semantara itu Sersan Dua Widodo yang menjadi salah satu Tenaga Pendidik (Gadik) mengatakan perbandingan guru di pedalaman dengan perkotaan memang sangat jauh berbeda.

 

“Kalau di perkotaan kelebihan tenaga guru, tetapi di pedalaman tenaga guru masih sangat kurang untuk itu kamipun berusaha untuk memberikan yang terbaik pada saudara-saudara kami di perbatasan. Sebagai prajurit, saya merasa terpanggil untuk ikut mencerdaskan generasi muda bangsa ini,” ungkapnya.

 

Dengan dibekali buku petunjuk dari guru SD YPPK Kikdung, Sersan Widodo memberikan materi pelajaran sesuai dengan buku petunjuk yang diajarkan agar tidak keluar jalur dari materi pelajaran yang akan diajarkan kepada murid kelas III SD YPPK Kikdung yang berjumlah 12 orang murid.

 

Adapun materi yang diajarkan yaitu Matematika, dengan Bahasa Indonesia.

Meskipun demikian, semangat dalam menuntut ilmu para pelajar di sekolah tersebut tidak kalah besar jika dibandingkan dengan para pelajar yang ada di perkotaan.

 

Mereka juga sangat antusias mengikuti pelajaran yang diberikan oleh anggota Satgas Yonif 725/Woroagi.

 

“Kehadiran TNI bukan hanya untuk menjaga kedaulatan NKRI di perbatasan, namun juga untuk membantu kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat,” tutupnya.

 

 

(Redaksi)

loading...