PB, Lumajang — Polres Lumajang kembali mendapatkan laporan penemuan mayat tanpa busana yang tersangkut batu di aliran sungai, Senin (11/3).
Tidak tanggung-tanggung, dalam sehari petugas mendapati dua laporan di tempat yang berbeda. Setelah pada pagi hari petugas mengevakuasi korban dari aliran sungai Menjangan di Kecamatan Senduro, baru di sore harinya petugas juga mengevakuasi jasad tak berbusana di aliran Sungai Bondoyudo Desa Sumberanyar Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang.
Petugas dari Satreskrim Polres Lumajang yang turun ke lokasi di aliran Sungai Bondoyudo tersebut, langsung mengevakuasi korban untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Haryoto Lumajang.
Setelah sampai di ruang jenazah, petugas dari Unit Identifikasi Satreskrim Polres Lumajang langsung bekerja dengan mengambil sidik jari dari korban serta mengidentifikasi tubuh korban untuk mengetahui apakah ada bekas penganiayaan atau tidak.
Tak berselang lama, Joelianto (42) beserta Yuniani (34) warga Kelurahan Rogotrunan Kecamatan Lumajang datang ke rumah sakit untuk menanyakan kebenaran penemuan mayat wanita tersebut.
Benar saja, setelah menemui pihak kepolisian yang menangani korban tersebut, mereka berdua mengatakan korban tersebut adalah ibu kandungnya yang telah beberapa hari mereka cari.
Keduanyapun juga membawa KTP dari korban, yang diketahui berinisial S.J (70) warga Kelurahan Rogotrunan Kecamatan Lumajang.
Dalam pengakuan keluarga, memang korban menderita sakit pikun dan sering meninggalkan rumah tanpa pamit.
Yuniani yang merupakan anak kandung korban juga mangatakan bahwa ibunya tersebut diketahui telah meninggalkan rumah sejak hari Jumat tanggal 8 Maret 2019 sekira pukul 13.00 WIB.
Kapolres Lumajang, AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban membenarkan penemuan jasad wanita tersebut oleh pihaknya.
“Yang pertama saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalamnya kepada pihak keluarga atas penemuan jenazah ini. Kemarin (11/3) pihak kami memang mendapat laporan penemuan jenazah sebanyak dua kali dalam sehari serta di tempat yang berbeda. Alhamdulillah pihak kami juga sudah mengidentifikasi dengan baik keduanya, serta menyatakan dalam kasus keduanya bukan kasus pembunuhan ataupun adanya penganiayaan sebelumnya. Pihak keluarga dari kedua korban juga sudah ikhlas dengan musibah ini, sehingga jasad telah kami serahkan kepada pihak keluarga agar dapat dikebumikan dengan baik secepatnya,” jelas Arsal
Dalam prosesi pengembalian jasad korban dari pihak kepolisian ke pihak keluarga, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra menerangkan kepada keluarga korban bahwa tidak ditemukannya unsur penganiayaan dalam tubuh korban.
“Dalam identifikasi pihak kami, tak ditemukan adanya unsur pembunuhan. Ada kemungkinan korban jatuh ke aliran sungai dan akhirnya tenggelam di aliran tersebut, mengingat kesaksian dari keluarga, korban mengalami sakit pikun,” terang Hasran.
(Redaksi)
loading...