PB MEDAN – Terlapor kasus penipuan proyek pengadaan material pasir (quarry) pada proyek pelabuhan terminal peti kemas Belawan II diperiksa polisi, Selasa (12/3/2019).

Pria berkulit putih itu tak sendiri, dia ditemani seorang wanita dan seorang pria saat diperiksa penyidik unit Harda Tahbang Dit Reskrimum Polda Sumut. Selama lima jam diperiksa, pria berbadan tambun ini pun keluar dari lantai II gedung mapolda Sumut. Saat dihampiri awak media di lokasi, pria yang memakai kemeja corak garis-garis ini pelit berkomentar.

“Tanya aja langsung ke atas,” cetusnya seraya meninggalkan awak media.

Sebelumnya, selama empat bulan kasus penipuan proyek pengadaan material pasir (quarry), proyek pelabuhan terminal peti kemas Belawan II tahun 2016 mengendap di polda Sumut. Akibatnya, korban bernama Iskandar Zulkarnain meminta kepada polisi untuk segera memproses PT Pandu Paramitra selaku terlapor.

Iskandar mengaku, saat itu pihaknya menerima kerja sama dengan PT Pandu Paramitra untuk melakukan proyek pengadaan material pasir (quarry), proyek pelabuhan terminal peti kemas Belawan II sebesar Rp 48 miliar. “Kontrak seluruhnya sebesar Rp 48 miliar,” katanya.

Kerjasama dengan PT Pandu Paramitra sambung dia disepakati dengan membuat perjanjian di kantor notaris Adi Pinem yang beralamat di Jalan Wajir, Medan. “Jadi teken kontraknya di kantor notaris, dengan perjanjian membagi keuntungan 55 persen untuk PT Pandu Paramitra dan 45 persen untuk saya dan Irwanta Purba,” jelas dia.

Menurutnya, pada Desember 2017 proyek tersebut selesai. “Proyek sudah selesai, tapi kami tidak menerima pembagian hasil keuntungan dari proyek itu,” bebernya.

Akibatnya Iskandar membuat pelaporan ke Polda Sumut dalam kasus penipuan, yang tertuang dalam nomor: LP/1394/X/2018/SPKT II tanggal 11 Oktober 2018. ” Sudah empat bulan, tapi belum ada prosesnya,” tegasnya.

Dirinya berharap polisi segera memproses laporannya tersebut. “Saya cuma minta laporan saya diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Kasubdit Penmas polda Sumut AKBP MP Nainggolan saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah melakukan sidik dalam kasus penipuan tersebut. “Kasusnya sudah sidik, dan masih menunggu hasil audit,” katanya.

Sementara itu, pihak PT Pandu Paramitra, Dhody Thair saat dikonfirmasi membantahnya. “Nggak ada, nggak ada, cek aja nama saya diperjanjiannya,” sebutnya lewat sambungan ponsel, Rabu (6/3/2019).

Sumber : medanbicara.com

Editor : Redaksi

loading...