PB, JAKARTA – Ketika persoalan perdagangan yang semakin amburadul dan dianggap justru tidak ikut membantu menyelesaikan persoalan perekonomian secara nasional yang semakin memberikan tanda-tanda ambruk, dimana disebut dan diakui, walaupun secara tidak langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun sayangnya kesadaran Presiden Joko Widodo justru dianggap tidak efisien, bahkan disebut “ribet (jawa)” alias kacau oleh salah satu pakar ekonomi Indonesia, DR Rizal Ramli.

Sentilan keras dari Rizal Ramli kali ini secara terang-terangan kepada Jokowi ketika ide untuk mengatasi kekacauan perdagangan dengan berencana untuk membuat dua buah badan baru di jajaran kabinetnya. Kementerian Investasi dan Kementerian Ekspor.

Menurut Rizal Ramli pemecahannya bukan pada penambahan dua kementerian baru, seperti usul Jokowi, tapi keberadaan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang selama ini selalu menyetujui impor barang masuk, terutama di bidang pertanian, walaupun memasuki masa panen, yang menjadi pokok permasalahan, dan seharusnya sudah digantikan sejak lama akibat kebijakan impornya yang dianggap justru tidak berpihak pada rakyat, khususnya petani dan pedagang.

“Pola pikir ribet (smiley-red) wong tinggal pecat Mendag yg raja import. Itu aja ndak berani,, kok malah mau nambah keribetan baru (smiley senyum) walah, piye toh,” tulis Ketua Pembina Asosiasi Pengusaha Bumi Putera Indonesia (Asprindo) Rizal Ramli melalui akunnya @RamliRizal.

(Jall)

loading...