Batam — Ketua Umum DPP Asprindo H. Jose Rizal, M.B.A.,.mengukuhkan kepengurusan DPW Asprindo Kepulauan Riau.
Acara pengukuhan yang juga dihadiri oleh Sekjen DPP Asprindo Ir. Irwansyah, M.B.A., M.M. tersebut digelar di Hotel Travellodge Batam, Kamis (14/3).
Dalam sambutannya Ketua Umum DPP Asprindo mengatakan,  kehadiran Asosiasi Pengusaha Pribumi Nusantara Indonesia yang kemudian dikenal dengan Asprindo, dilandasi oleh keterpanggilan sejumlah pengusaha nasional, para penggiat pemberdayaan ekonomi dan para pelaku UMKM, untuk ikut berperan-serta memecahkan sejumlah masalah bangsa.
“Untuk kemudian mewujudkan amanat pembukaan UUD 1945 yaitu terwujudnya masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur berdasarkan Pancasila, sebagaimana diarahkan oleh pasal 33 UUD 1945,” ujarnya.
Kata Jose Rizal, tantangan itu adalah belum optimalnya peran pengusaha pribumi dalam proses pembangunan  bangsa dalam seluruh sektornya, khususnya  pembangunan bidang ekonomi sebagamaimana sesuai fakta bahwa pada tahun 2018, jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 25,95 juta orang.
Lanjutnya, strategi pembangunan yang berbasis neo-liberal telah melahirkan ketimpangan dalam berbagai segi-kehidupan sehingga tingkat kesejangan selama 10 tahun yaitu periode 2010-2017 yang dinyatakan dalam gini-rasio yaitu sebesar 0.40.
“Sedangkan,rata-rata gini-rasio  pada periode 1993-2009 hanya sebesar 0.35.,” ujarnya lagi.
Dia menerangkan bahwa secara operasional, ketimpangan sosial mencakup baik ketimpangan penghasilan dan ketimpangan lainnya yaitu kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan, kepemilikian harta-benda, rumah/tempat tinggal, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan keluarga, kualitas lingkungan tempat tinggal, keterlibatan politik, dan hukum.
“Tantangan selanjutnya, menurut laporan Credit Suise tahun 2016 menyatakan bahwa 1% penduduk terkaya Indonesia menguasai 49.3% kekayaan nasional, dan 10% penduduk terkaya menguasai 75.7%  kekayaan nasional. Data ini juga menunjukan adanya oligarki ekonomi yaitu suatu sistem penguasaan aset dan akses sumberdaya ekonomi yang dikendalikan oleh sekelompok pelaku ekonomi,” terangnya.
H.Jose Rizal menuturkan sebagai negara kepulauan yang paling besar di dunia, Indonesia memiliki sekitar 17.000 pulau, yang diatas dapat dijadikan lahan pertanian, perkebunan dan perikanan dan perikanan yang tidak terbatas potensinya.
Sementara itu lanjut dia, di dalam perut bumi mengandung sejumlah pertambangan mineral logam mulia dan minyak gas bumi serta keindahan alam dan keramah-tamahan penduduknya dan keragaman budaya nya menjadi potensi pariwisata yang luar biasa.
“Jumlah penduduk yang berjumlah 265 juta orang merupakan potensi pasar dalam negeri yang luar biasa sekaligus potensi sumber-daya pembangunan. Jumlah kaum terdidik dari waktu kewaktu terus meningkat dengan penguasaan ilmu pengetahunan dan teknologi yang mumpuni, sayangnya belum didayagunakan secara optimal dalam proses pembangunan bangsa,” jelasnya.
Jose Rizal juga mennyampaikan harapannya bahwa kehadiran DPW Asprindo Provinsi Kepulauan Riau  dapat memadukan kekayaan Sumber-Daya Alam (SDA) dan Sumber-Daya Manusia (SDM) sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
“Dan DPW dan DPC Asprindo di Kepulauan Riau dapat menjadikan pengusaha pribumi menjadi pemain utama pembangunan di wilayahnya sendiri,” tegasnya.
“Untuk dapat menjadi pemain utama, maka perlu dilakukan langkah-langkah untuk merumuskan dan menyepakati program unggulan di Provinsi Kepulauan Riau  sebagai pengungkit bagi keberhasilan berikutnya. Selanjutnya, perlu digalang sinergi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan PemKab/Kota di Kepulauan Riau,” imbuhnya.
Hal yang perlu segera dibenahi tambah Ketum Asprindo adalah konsolidasi organisasi dan pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asprindo ditingkat Kabupaten/Kota sebagai lini terdepan dalam membina dan mendorong dan memfasilitasi para pengusaha pribumi dan pelaku UMKM dalam mengakses sumber-daya yang tersedia.
“Saya ucapkan selamat melakukan pertemuan Pembina, Pengawas dan Pengurus DPW Asprindo Provinsi Kepulauan Riau. Semoga Allah SWT berkenan meridhoi kita dalam upaya ini untuk menghasilkan langkah-langkah nyata  yang sangat berharga dan bermanfaat untuk kemajuan dan kebaikan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang  kita cintai ini,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara pengukuhan itu antara lain Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Pemrov Kepri, Rektor Umrah Batam, Kepala subdivre Bulog Batam, Kepala Cabang Trading House Kepri dan CEO SSTC Singapore
(Redaksi)
loading...