Penguatan UMKM ini menjadi program perdana DPW Asprindo Kepri, usai organisasi yang dipimpin Yuhendri ini dikukuhkan oleh Ketua Umum Asprindo Jose Rizal, Kamis (14/3/2019) di Batam.

Yuhendri mengatakan penguatan sektor UMKM ini sejalan dengan visi Asprindo untuk mewujudkan pengusaha bumiputera nusantara Indonesia yang mandiri, sejahtera, adil dan produktif guna membangun daya saing dalam dunia usaha serta menjadi tuan rumah di negeri.

“Sesuai arahan DPP, perkuat soal UMKM. Artinya kita berupaya untuk meningkatkan dalam pengembangan UMKM di Kepri yang prodaknya bisa diekspor ke luar negeri,” kata Yuhendri.

Dia mencontohkan salah satu potensi besar yang dimiliki oleh Kepri adalah pengembangan budidaya buah naga. Tanaman ini bisa tumbuh subur dan hasil panennya cukup membanggakan.

Komoditas ini, lanjut dia, jika dikelola dan dipasarkan dengan baik, bukan tak mungkin akan menembus pasar internasional. Sejauh ini, buah naga bisa diolah ke berbagai varian produk.

“Kan olahan dari buah naga ini banyak, mulai bisa dibuat jus, sampai ada yang buat kue kek buah naga. Kita ingin, ada industri pengelolaan buah naga di Batam dengan target ekspor luar negeri,” sebutnya.

Terkait pengembangan organisasi, Yuhendri juga mempunyai target untuk membentuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di berbagai Kabupaten/Kota di Kepri dalam kurun waktu enam bulan ke depan.

“Sejauh ini perusahaan yang sudah terdaftar di Asprindo Kepri sebanyak 100 perusahan. Dan kita masih terus membuka pintu lebar lebar bagi pengusaha di Kepri yang ingin bergabung,” ujarnya

 

(Redaksi/batamnews.co.id)

 

loading...