PB, Keerom — Satuan Tugas Pengamanan perbatasam Yonif 725/Woroagi yang berada di Pos Yuruf pimpinan Lettu Inf Herman menyelesaikan permasalahan pembakan Camp yang dilakukan oleh salah seorang warga di Kampung Jifangri, Distrik Yaafi, Keerom, Kamis, (14/3).

Menurut pengakuan warga, kejadian ini berawal dari salah seorang warga/pelaku yang berinisial “R” (28), dalam keadaan kesal dan marah sehingga melakukan pembakaran terhadap sebuah Camp yang dimiliki oleh Jayadi (37) seorang pekerja operator senso.

Jayadi yang tidak mengetahui apa-apa dan baru pulang berkerja dalam hutan tiba-tiba melihat Camp-nya yang hangus terbakar oleh si jago merah.

 

Melihat hal tersebut Jayadi kemudian mendatangi Pos Yuruf dan melaporkan atas kejadian yang menimpanya tersebut kepada Letnan Herman selaku Danpos Yuruf.

Menyikapi hal tersebut, Letnan Herman bersama 7 orang anggotanya kemudian langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melihat kondisi Camp Jayadi yang terbakar.

 

Dalam sebuah Camp itu juga terdapat sebuah mesin Senso dan 2  buah HP serta pakaian dan barang-barang berharga lainnya yang habis terbakar.

 

Setelah mendatangi TKP, Letnan Herman bersama-sama dengan Jayadi (Korban), kemudian menuju Kampung Jifangri dan melaporkannya kepada Kepala Desa serta mempertemukan antara pihak pelaku dan Korban dengan harapan untuk mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara kekeluargaan dan musyawarah sehingga tercipta rasa keadilan bagi kedua belah pihak dan damai tanpa adanya perselisihan yang berlanjut.

 

Hal tersebut disambut baik oleh Kepala Desa maupun Kepala Kampung Jifangri, pihak Pelaku yang berinisial “R” dan keluarganyapun meminta maaf kepada korban Jayadi dan sepakat untuk menggantikan kerugian yang dimiliki oleh Jayadi, begitupun Jayadi sepakat menerima dan memaafkan yang telah dilakukan oleh pelaku, selain itu, pihak keluarga pelaku juga mengakui bahwa anaknya tersebut mengalami gangguan dan memang sering membuat onar pada warga kampung lainnya.

Kepala Kampung Jifangri Agus Sabiak (54) mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI khususnya anggota Pos Yuruf yang datang dan membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak TNI yang mau membantu menyelesaikan masalah ini sehingga tidak terjadi keributan dan diselesaikan dengan damai dan mencapai kesepakatan,” ungkapnya.

Komandan Satgas Yonif 725/Woroagi Letkol Inf Hendry Ginting S., S.I.P. mengatakan tugas anggota Satgas Yonif 725/Woroagi, disamping melaksanakan tugas pengamanan perbatasan juga harus dapat menyelesaikan suatu perkara/permasalahan konflik yang berada di tengah masyarakat.

“Dalam menyelesaikan permasalahan juga tidak perlu dengan amarah ataupun kontak fisik, setiap prajurit harus bisa mengamalkan 8 Wajib TNI. Dengan kita bermusyawarah dan kekeluargaan bisa kita selesaikan permasalahan itu tanpa adanya hal-hal yang tidak kita inginkan ataupun kerugian dari kedua pihak, cara pemecahan masalah dengan jalan musyawarah inipun merupakan ciri dan budaya masyarakat Indonesia yang berdasarkan Pancasila,” jelasnya.

 

 

(Redaksi)

loading...