PB,  Batam — Ketua Umum DPP Asprindo H. Jose Rizal, M.B.A., menyambut positif terobosan DPW Asprindo Kepri yang telah melakukan MoU dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji pada Kamis (14/3) kemarin.

“Ini sebuah pemikiran positif yang dilakukan teman-teman DPW Asprindo Kepri yang melihat potensi SDA Kepri butuh SDM berkualitas,” ujar Jose Rizal kepada pembawaberita.com, Jumat (15/3).

Menurut Jose Rizal, sebagai provinsi yang memiliki wilayah maritim lebih luas, DPW Asprindo Kepri harus lebih banyak mengeskplorasi  potensi unggulan  kelautan Provinsi Kepri sehingga dapat menjadi list shoping dunia.

 

“Tentunya ini bisa tercapai bila telah tersedia tenaga-tenaga ahli yang mampu mengelola kekayaan itu,” ujarnya lagi.

 

Lebih jauh dia menerangkan bahwa potensi Maritim itu bukan hanya soal perikanan saja namun juga mencakup banyak hal seperti kelautan perikanan, pariwisata, perhubungan hingga sumber daya alam yang ada di laut.

 

“Kalau saja semua bisa dimanfaatkan dengan baik maka Kepri bisa menjadikan Indonesia sebagai negara maju,” tegasnya.

Jose Rizal juga mengatakan kedepannya Indonesia juga tengah gencar mendorong sektor pariwisata. Beberapa kebijakan telah diambil oleh pemerintah seperti bebas visa bagi puluhan negara.

“Pariwisata itu bisa menjadi sumber devisa negara dan itu akan jadi tujuan pemerintah. Jika dari sisi alamnya, Indonesia cukup baik karena dari 140 negara, Indonesia berada di 10 besar negara yang alamnya cukup baik. Namun soal infrastruktur yang perlu dibenahi dan juga soal kebersihan,” tukasnya.

 

Menurut Jose Rizal, Provinsi Kepri mempunyai peluang bisnis di bidang pariwisata yang sangat menjanjikan karena letaknya yang sangat strategis yakni berbatasan dengan tiga negara asing.

 

“Kepri ini berbatasan dengan Negara Malaysia, Laos dan Singapore. Dengan Negara Singapore kita hanya butuh waktu 35 menit sehingga memungkinkan wisatawan asing yang tujuannya ke Negara Singapore bisa bergeser untuk mengunjungi Pulau Batam atau pulau-pulau di Kepri,” jelasnya.

 

Jose Rizal meyakini wisatawan asing akan mau mengunjungi Kepri karena bila parawisata di Kepri dikembangkan akan mempunyai banyak kelebihan dibandingkan Singapore ataupun Malaysia dan Laos.

Sebagaimana diketahui Penandatanganan MoU dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) di bidang penyiapan tenaga skill kemaritiman dilakukan oleh Rektor Umrah Profesor Syafsir Akhlus dengan Ketua DPW Asprindo Kepri Yuhendri di Hotel Travellodge Batam, Kamis (14/3) lalu.

Selain menandatangani MoU dengan Umrah, DPW Asprindo juga menandatangani MoU dengan Divre Bulog, SSTC Singapore dan juga dengan Trading House Incorporated Indonesia Cabang Kepri.

 

(Redaksi)

loading...