PB, Denpasar — Ketua Umum DPP Asprindo H. Jose Rizal, MBA., menegaskan pihaknya menginginkan Presiden yang mendatang lebih memberi perhatian besar terhadap UMKM.

Kata Jose, Presiden yang terpilih nanti hendaknya berkomitmen menjadikan UMKM sebagai lokomotif perekonomian nasional.

Pasalnya kata Jose, UMKM telah teruji dan terbukti sebagai satu-satunya sektor yang dapat menyelamatkan perekonomian Indonesia saat terjadi resesi ekonomi pada tahun 1998 lalu.

Jose Rizal juga mengatakan bahwa pihaknya menginginkan Presiden yang terpilih nanti mampu meningkatkan kontribusi UKM terhadap total nilai ekspor non migas dari 20% menjadi 50% pada tahun 2024 mendatang.

Kata dia target itu dapat tercapai dengan menyatukan fungsi operasional aktivitas bisnis UKM dalam perdagangan internasional di bawah satu atap dalam bentuk Trading House Indonesia dengan peran khusus sebagai commercial intermediaries dalam mempermudah akses UKM ke pasar global.

“Juga menerapkan azas ekonomi gotong royong dan pemerataan kesempatan berusaha dalam pembangunan UKM Indonesia dengan tekanan pada pasar internasional sebagai kebijakan strategis 2020 – 2024,” ujar Ketum DPP Asprindo saat mengukuhkan DPW Asprindo Provinsi Bali, Rabu (20/3).

Dia menambahkan mewujudkan UMKM sebagai Lokomotif perekonomian Indonesia juga dapat dicapai dengan memperkuat peran bumi putra sebagai bagian strategis dari struktur keseimbangan pelaku dunia usaha Indonesia dengan memperluas kebijakan berbasis preferensi dan diterjemahkan sebagai kebijakan strategis 2020 – 2024.

“Langkah-langkah strategis mewujudkan UMKM sebagai lokomotif perekonomian di Indonesia dapat dicapai dengan menyatukan fungsi kebijakan pembangunan UKM dibawah satu kementerian, termasuk dalam rangka effisiensi APBN dan effektivitas regulasi agar tidak terjadi overlap,” jelas Jose Rizal.

 

Oleh karenanya dia berharap kehadiran DPW Asprindo Provinsi Bali dapat menjembatani komunikasi yang efektif antara pelaku UMKM dan pemangku kepentingan di Provinsi Bali dengan memadukan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dan DPW dan DPC Asprindo di Bali dapat menjadikan pengusaha pribumi menjadi pemain utama pembangunan di wilayahnya sendiri,” terangnya.

Dia juga menuturkan, untuk bisa menjadi pemain utama, maka perlu dilakukan langkah-langkah cerdas merumuskan dan menyepakati program unggulan di Provinsi Bali sebagai pengungkit bagi keberhasilan berikutnya yang berbasis pada potensi ekonomis di provinsi Bali.

“Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali cukup tinggi. Hal ini terutama didorong oleh bidang usaha pariwisata yang jumlah kunjungannya mencapai 8 juta orang wisman lebih. Pariwisata telah membuka peluang pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dimana pasar ataupun pembeli sudah datang sendiri ke Bali. Bahkan peluang ini juga telah dimanfaatkan oleh pengusaha di luar Bali,” imbuhnya.

Lanjut Jose Rizal, di bidang pertanian, Provinsi Bali juga sudah berhasil mengekspor manggis ke Tiongkok, salak gula pasir ke Kamboja, sayuran ke Singapura, daun Mimba dan Alang-Alang ke Australia.

“Kemudian saat ini saya dengar, provinsi Bali saat ini sedang melakukan budidaya sayur Paprika yang berkhasiat tinggi. Komoditi ekspor lainnya adalah burung ke USA, sarang burung walet ke Hongkong, DOC ke Timor Leste, kepompong ke Singapura, reptil ke Jepang dan kulit ke Italia. Serta masih banyak komoditi potensial lainnya, yaitu kayu, vanili anggur dan rumput laut,” sebut Jose Rizal.

Ketua Umum DPP Asprindo juga berpesan agar sinergitas dan kolaborasi seluruh Pembina, Pengawas dan Pengurus DPW Asprindo Provinsi Bali dalam rangka konsolidasi organisasi dan membentuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asprindo ditingkatkan.

“Hal ini sangat relevan dalam mewujudkan Kabupaten/Kota sebagai lini terdepan dalam membina dan mendorong dan memfasilitasi para pengusaha pribumi dan pelaku UMKM dalam mengakses sumber-daya yang tersedia,” jelasnya.

Untuk diketahui pada Rabu pagi (20/3), Ketua Umum DPP Asprindo kembali mengukuhkan DPW Asprindo Provinsi Bali berikut Empat DPC Asprindo yakni DPC Asprindo Kabupaten Gianyar, DPC Asprindo Kabupaten Klungkung, DPC Asprindo Kota Denpasar dan DPC Asprindo Kabupaten Badung.

 

 

(Redaksi)

loading...