PB, Lumajang — Jalur yang menghubungkan wilayah Lumajang-Malang tepatnya di KM 57 Piket Nol, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang terpantau lumpuh total, Kamis (21/3).

Hal itu disebabkan karena longsornya tebing yang berada di sisi jalan hingga menutup seluruh badan jalan.

 

Meskipun tak ada korban jiwa, para pengendara baik roda dua maupun roda empat harus berhenti hingga pembersihan bahu jalan dari tumpukan tanah serta bebatuan selesai dikerjakan oleh pihak Polri, TNI, BPBD, maupun warga sekitar yang juga turut membantu dalam kegiatan ini.

 

Tidak sedikit pula para pengendara dari arah Lumajang, memutar balik kendaraannya serta mencoba jalur alternatif menuju Malang via Ranupani yang juga pada Rabu kemarin (20/3) mengalami longsor namun telah bisa diakses oleh pengendara.

Dari pihak Polres Lumajang sendiri, sejak mendengar berita longsornya tersebut juga telah mengirimkan anggotanya yang tergabung dalam satgas siaga bencana untuk mempercepat proses normalisasi wilayah tersebut.

 

Selain itu, pihak TRC PB BPBD Kabupaten Lumajang juga mengirimkan 2 alat berat sekaligus agar mempercepat proses pembersihan jalan tersebut.

 

Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban mengatakan satgas siaga bencana sejak pagi tadi telah dikirim untuk membantu pembersihan material longsor di jalur piket nol.

 

“Tim kami yang tergabung dalam satgas siaga bencana telah kami kirim untuk membantu rekan rekan yang telah berada di lokasi bekerja sama dengan TRC PB BPBD Kabupaten Lumajang dan TNI. Harapan kami, secepatnya jalur tersebut dapat digunakan kembali. Mengingat jalur tersebut adalah jalur utama, sehingga kendala sedikit saja dapat menghentikan perekonomian warga. Semoga Secepatnya jalur tersebut dapat diakses kembali. Semua elemen sudah bahu membahu bekerja, Karena material yang sangat banyak, butuh waktu 1 hari penuh untuk menyingkirkan material longsor,” ungkap perwira menengah dua buah melati di pundak tersebut.

Ditempat lain, Kasat Lantas Polres Lumajang AKP I Gede Putu Atma Giri SH menghimbau kepada para pengguna jalan untuk tidak melintasi jalur tersebut.

 

“Kami tidak bisa memprediksi kapan jalur tersebut dapat diakses kembali, mengingat material yang menutupi jalan mencapai 8 meter tebalnya. Saya menghimbau agar pengendara untuk memilih jalur Ranu Pani, atau menggunakan sisi utara lewat Probolinggo jika memang akan keluar wilayah Kabupaten Lumajang,” ungkap Giri.

 

 

(Redaksi)

loading...