PB, Lumajang — Dalam Pelaksanaan Gelar Pasukan di Lumajang ada yang lain dari biasanya, karena terdapat dua Irup sekaligus atau bisa dikatakan Irup Kembar.

 

Irupnya adalah Dandim 0821/Lumajang Letkol Inf. Ahmad Fauzi dan Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban.

 

Mereka berdua bersama-sama berdiri diatas Podium dan bergantian dalam menerima laporan dari Komandan Upacara dan juga bergantian menyampaikan amanat.

 

Membacakan sambutan Menkopolhukam Wiranto, Dandim 0821/Lumajang Letkol Inf. Ahmad Fauzi,S.E mengatakan bahwa dalam tahapan Pemilu Serentak tahun 2019 ini muncul berbagai kerawanan seperti menyebarnya berita bohong atau hoax dan meningkatnya politik identitas disamping kerawanan-kerawanan lainnya.

 

Kata dia, berita-berita hoax atau berita bohong yang disampaikan terutama melalui media sosial tentunya memiliki tujuan politis yaitu dipakai sebagai alat untuk menyingkirkan lawan politik sehingga menyebabkan demokrasi menjadi tidak sehat dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

 

“Demikian pula halnya dengan semakin menguatnya politik identitas menggunakan isu-isu SARA, telah menjadi salah satu strategi bagi pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab dalam memenangkan konstelasi Pemilu, sehingga menyebabkan disintegrasi bangsa dan hilangnya rasionalitas dalam menentukan pilihan politiknya,“ ujar fauzi.

 

Sementara itu Kapolres Lumajang AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban menerangkan bahwa TNI-Polri selaku institusi yang bertanggungjawab langsung terhadap pengamanan jalannya Pemilu Serentak tahun 2019.

 

“Apabila menemukan adanya kerawanan dan hambatan tersebut harus dapat mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan Prosedur Tetap dan aturan hukum yang berlaku sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya Pemilu Serentak Tahun 2019,” ujarnya lagi.

 

Pada kesempatan itu Kapolres memberikan apresiasi khusus kepada Satgas Keamanan desa yang merupakan pendatang baru dalam sistem keamanan di Lumajang.

 

“Total aggota satgas keamanan desa se-kabupaten lumajang saat ini ada 5.690 personil. mereka adalah relawan-relawan keamanan yang tidak digaji, tapi hadir atas panggilan hati nuraninya dalam menciptakan keamanan di desanya. Satgas Kamdes ini dilengkapi HT sebagai alat komunikasi dan juga dilengkapi rompi sebagai identitas mereka. Satgas Keamanan Desa adalah sebuah konsep pencegahan keamanan sesuai dengan konsep Comunity Crime Prevention yang mengatur pencegahan Kejahatan melalui partisipasi komunitas masyarakat,” terang Arsal.

Gelar pasukan ini merupakan apel kesiapan TNI-Polri dan komponen bangsa lainnya dalam rangka pengamanan Pemilu Serentak Tahun 2019.

 

Gelar Pasukan dilaksanakan di Stadion Semeru, Lumajang dihadiri oleh anggota Polres Lumajang, anggota Batalyon 527/BY, Kodim 0821/Lumajang, KPU, Panwas, Dishub, Satpol PP, BPO Linmas, Pagar Nusa dan Satgas Keamanan Desa.

 

 

(Redaksi)

loading...