PB, Lumajang — Kapolres Lumajang Dr. Muhammad Arsal Sahban memimpin penggerebekan sindikat pelaku begal di Desa Sumber wringin Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang, Jum’at dinihari (12/4).

Kepada pembawaberita.com Kapolres Lumajang mengatakan bahwa penggerebekan itu diawali dari penangkapan 4 pelaku begal yakni Ahmad Nizer (20), Syahroni (20), Hosy Priyandi (24) dan Mohammad Syamsudin (23).

“Keempatnya adalah warga Dusun Kedungsari Desa Kedungmoro Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang. Bahkan dalam penangkapan Ahmad Nizer yang merupakan eksekutor, kami harus melumpuhkannya,” ujar Arsal.

Lanjut Kapolres, setelah membekuk empat kawanan begal itu, pihaknya melakukan penggerebekan ke otak pelaku begal dan curanmor yang ada di wilayah Lumajang.

“Kami grebek rumah Ahmad Mulyadi (50) yang berperan sebagai penada di Dusun Sumur Desa Sumberwringin Kecamatan Klakah,” ujarnya lagi.

Kata Kapolres dalam proses penggerebekan di rumah Ahmad Mulyadi dirinya mengawalinya dangan acara pengarahan kepada 48 personil Tim Cobra, karena disinyalir pelaku memiliki bondet (sejenis bom ikan red) dan senjata (senapan angin) serta wilayah rumah pelaku sangat rawan bagi petugas.

“Dalam APP dilakukan pembagian peran masing-masing personil dalam proses penggerebekan, dimana ada yang berperan mengepung rumah dan ada yang berperan melakukan pendobrakan serta ada yang berperan melakukan penggeledahan,” terangnya.

AKBP Muhammad Arsal Sahban menyebutkan dalam penggerebekan tersebut, pihaknya berhasil menyita barang bukti antara lain ; 5 sepeda motor, 3 STNK (2 STNK sepeda motor dan 1 STNK mobil), 11 plat nomor kendaraan bermotor, beberapa protolan kendaraan seperti mesin dan rangka, 2 senapan angin (gotri), 3 bilah sajam (celurit) dan 1 ketapel.

Terang Arsal, meskipun Ahmad Mulyadi sempat meloloskan diri dalam penggerebekan rumah tersebut namun pihaknya berhasil mengamankan satu orang yang berada di rumaha tersebut yakni Ahmad Rofi’i (20) yang perannya akan didalami.

“Untuk pelaku yang melarikan diri agar segera menyerahkan diri. Percuma semakain kamu lari, saya ulangi, semakin kamu lari, semakin kamu merasa dihantui oleh Tim Cobra terus. Saja jamin hidup kamu tidak akan pernah tenang karena dipenuhi rasa kecemasan dan was-was. Segeralah menyerahkan diri, anda harus berani mempertanggungjawabkan perbuatanmu utk jalani hukuman. ada masanya kamu akan bebas, dan setelahnya kamu dapat menjalani kehidupan bersama keluarga kembali dengan melakukan hal-hal yang lebih baik,” tegas Arsal.

Arsal menambahkan pelaku yang lari ini merupakan episentrum (pusat) dari berbagai kasus begal maupun curanmor yang ada di wilayah Lumajang karena beberapa sindikat yang diidentifikasi oleh pihaknya, semua menjual ke Mulyadi.

“Dan kita tengarai si Mulyadi sebagai penadah juga sebagai pelaku begal. Dari dia ini mudah-mudahan bisa kita ungkap sindikat begal dan curanmor lainnya yang selama ini telah meresahkan masyarakat lumajang. saya yakin puluhan bahkan mungkin ratusan motor bisa kita ungkap dari dia, karena kami tengarai beberapa sindikat begal dan curanmor bermuara ke dia. Dalam penggerebekan kami temukan motor yang disembunyikan di hutan sebanyak 4 motor yang ditutupi semak-semak serta 1 motor ditemukan di kandang sapi di tutupi rumput. Dalam penggeledahan tidak ada motor yang disimpan di dalam rumah,
ini artinya Pelaku sangat lihai mengantisipasi kecurigaan petugas. Tapi selihai-lihainya pelaku, hidung Tim Cobra tetap bisa mencium,”jelas Arsal.

(Redaksi)

loading...