PB, Surabaya — Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menjadi salah satu pembicara dalam pidato kebangsaan Prabowo Subianto di Surabaya.

Pada kesempatan itu, Mantan Kasad tersebut menyoroti manajemen sumber daya manusia di institusi TNI yang kini menyebabkan menurunnya moralitas dan semangat juang prajurit.

“Begitu saya turun, semua yang terbaik dicabut. Kabais TNI Mayjen TNI Ilyas dialah yang menyelesaikan Poso tapi dicopot sampai sekarang tanpa jabatan termasuk Direktur A komnadan satuan intelijen yang membongkar senjata sekarang pun dicopot tanpa jabatan. Panglima Divisi infanteri 1, Pangdiv Infanteri 2 dicopot tidak ada jabatan. Danjen Kopassus, Pangdam XIII/Merdeka dicopot sampai sekarang tidak ada jabatan,” sebut Jenderal Gatot Nurmantyo di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jumat (12/4).

Sebaliknya kata dia, orang-orang yang memiliki track record buruk justru menempati jabatan-jabatan yang strategis di TNI saat ini.

“Dan saya tidak usah saya sebutkan orang-orang yang bersalah menempati jabatan strategis. sehingga setiap prajuri TNI bertanya, apa tolak ukur keberhasilan?” imbuh Gatot.

Dia menambahkan bahwa setiap prajurit TNI tidak mencari keakayaan dan jabatan karena telah terpatri di jiwanya untuk berusaha mencari gelar pahlawan.

Tapi setiap prajurit TNI termasuk purnawirawan di sini bukan harta dan jawaban yang  dicari tetapi kapan dan bagaimaana supaya saya bisa jadi pahlawan,” jelasnya.

 

(Redaksi)

 

 

loading...