PB, Malang — Ini adalah burung merpati pos peninggalan tentara Jepang yang digunakan oleh TRI (Tentara Republik Indonesia). Karena kecerdikannya, burung merpati ini sampai diberi pangkat “LETNAN”.

Tugasnya untuk menghubungkan sebuah satuan TRI dengan satuan TRI lainnya dari daerah Komando Ronggolawe Lamongan – Bojonegoro ke front terdepan di Surabaya tahun 1946.

Peranan Sang Letnan ini sangat penting mengingat sulit serta gawatnya sarana-sarana perhubungan waktu itu yang dengan ketat diawasi oleh pihak Belanda. Setiap surat yang berisi laporan atau intruksi dikalungkan dilehernya untuk kemudian disampaikan kepada komandan-komandan TRI yang akan dituju.

Akhirnya peranan penting Sang Letnan ini diketahui oleh pihak Belanda, yang kemudian menugaskan penembak jitu untuk menembaknya pada saat yang tepat. Selagi ia terbang Sang Letnan dalam keadaan luka parah dan masih terus berusaha untuk terbang ke wilayah pasukan Republik Indonesia.

Dengan sisa-sisa kekuatannya yang masih ada, ia sampai juga ke tempat tujuan dan tewas tepat didepan komandannya dengan menyampaikan surat yang dibawanya itu. Berkat jasa-jasanya, merpati ini dianugerahi pangkat Letnan Anumerta.

Jenazah Sang Letnan tidak dikebumikan di Makam Pahlawan, tetapi diabadikan di museum agar kita sebagai generasi penerus bangsa dapat melihat dan menghayati semangat perjuangannya hingga saat ini dan seterusnya. Sang Letnan diawetkan dan dapat dilihat di Museum Brawijaya Malang.

 

(Redaksi)

loading...