PB, Jakarta — Slogan harga mati bukan hanya untuk NKRI saja sekarang ini. Mau lanjut dua priode dalam berkuasa walaupun dengan cara curang itu juga pakai slogan harga mati. Maksudnya mereka akan berusaha sampai berdarah-darah untuk mempertahankan kekuasaan sampai dua priode dengan melakukan berbagai macam cara. Walau itu keji dan jorok serta haram tetap mereka akan tempuh. Asal bisa menang. Itu yang namanya melanjutkan dua priode harga mati. Dan itu juga perang total yang didengungkan.

Ulama besar ketua umum MUI yang mendampinginya terasa tak berguna melihat kedzaliman ini. Bahkan terkesan ikut mengaminkan ria kecurangan ini, persetan dengan semua itu yang penting kami menang. Begitulah kira-kira dalam benaknya. Para pe muka agama kehilangan harga diri dan kehormatan karena bersekutu dengan kedzaliman dalam bentuk kecurangan PILPRES.

Tak ada suara mereka memprotes itu. Sang ustadz yang suka jual zakat dan sedekah dalam memperkaya diri diam seribu bahasa. Profesor doktor ahli hukum tatanegara juga tiba-tiba mendapat penyakit sariawan bibir bengkak hingga diam juga. Ada juga profesor doktor dari al-Azhar Kairo ketelan biji buah kedongdong sehingga suaranya gak terdengar. Yang lebih parah si juru bicara tukang ngibul, lidahnya seperti terpotong hingga gak protes kecurangan ini nampak dimana-mana. Bagaimana mau protes kalau mereka pemainnya. Mereka semua ini benar-benar enjoy menikmati kecurangan demi kecurangan dalam PILPRES ini.

Semua sunyi senyap kubu 01 melihat kecurangan oknum KPU dengan bandit-banditnya. Sehingga sudah ada yang menyarankan agar polisi menangkap para komisioner KPU. Polisi akan menangkap itu tapi belum sekarang. Kumpul dulu bukti-buktinya. Yah kalau polisi Indonesia gak bisa menangkap karena di back up oleh ngaciro maka biarlah polisi akhirat yang akan menangkapnya kayak HUSNI KAMIL MALIK. Gak ada sakit gak ada apa tiba-tiba kedengaran KOID. Ini bisa terjadi pada komisioner KPU saat ini.

Jangan kalian paksakan diri harus menang dengan cara keji dan dzalim. Itu sama saja kalian MELAWAN KEHENDAK ALLAH. Ini sangat beresiko besar bagi diri kalian dan keluarga tujuh turunan. Kalian pikir kelakuan kalian ini akan dibiarkan berlalu sehingga nafsu kekuasaan kalian bisa kalian raih …? OH TIDAAAK …

Semua usaha kalian bandit-bandit negeri dibuka oleh Allah secara terang benderang. Keculasan dan kecurangan kalian semua terbongkar dan di videokan kemudian di lempar di SOSMED sehingga bisa disaksikan warga dunia. Itupun tidak membuat kalian tobat dan sadar. Malah sebaliknya makai tangan penguasa untuk memblokirnya.

Sampai kapan kalian bisa bertahan dengan keculasan, kecurangan dan kedzaliman kalian ini …? Semua itu ada batasnya. Mumpung masih sehat maka akui sajalah kalian SUDAH KALAH TELAK. Rakyat sudah gak mau lagi di pimpin ngaciro tukang tipu itu. Jangan nanti Tuhan udah cabut sendi-sendi kehidupan kalian baru mau sadar. Oooohhh itu sudah terlambat. Komisioner KPU juga berhentilah dengan permainan jorok kalian. Kalian tidak akan lewat dari pengawasan kami rakyat yang cinta perubahan.

Tapi jika kalian masih NEKAT dengan permainan kotor ini maka lanjutkan terus perbuatan dzalim kalian kepada Prabowo Sandi. Bila negeri CAOS terjadi perang saudara maka kalian komisioner KPU yang akan kami cari duluan mempertanggung jawabkan akan hal ini. Mau lari kemana kalian? Ke lobang semutpun kami akan buru dan cari. Camkan itu.

PILPRES ini benar paling terburuk sepanjang Indonesia berdiri. Dan itu ada dalam pemerintahan ngaciro. Kita serahkan semua ini kepada Allah. Biar Allah menghukum mereka yang curang dalam PILPRES sampai anak cucunya tujuh turunan. Amin Allahumma Amin.

Wallahu A’lam …

 

Oleh : Moh. Naufal Dunggio

loading...