PB, Jakarta — Nama Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mencuat di perkara suap dan gratifikasi Anggota DPR Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso.

Menteri di kabinet Joko Widodo itu disebut punya andil dalam dugaan aliran dana gratifikasi yang diterima Bowo. Munculnya nama itu sejalan dengan pernyataan kuasa hukum Bowo, Saut Edward Rajagukguk beberapa waktu lalu.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan informasi keterlibatan mendag masih perlu dipelajari lebih lanjut. Informasi tersebut perlu didukung dengan keterangan dan bukti lain.

”Kalau ada tersangka atau kalau ada saksi menyampaikan sebuah informasi dalam proses pemeriksaan, misalnya, maka perlu dicermati,” ujar Febri Diansyah dikutip reqnews.com (23/4/2019).

Selain Enggar, sebelumnya juga sempat mencuat nama politisi Partai Golkar Nusron Wahid dalam kasus itu.

Nama Kepala BNP2 TKI itu disebut langsung oleh Bowo usai menjalani pemeriksaan di KPK pada 9 April lalu. Bowo menyebut Nusron-lah yang memerintah dirinya menyiapkan 400 ribu amplop senilai Rp 8 miliar untuk “serangan fajar” di dapil Jawa Tengah II.

Sampai saat ini, KPK belum memutuskan memanggil nama-nama yang disebut-sebut dalam perkara Bowo. Febri menyatakan, pihaknya masih perlu terus mencermati setiap informasi yang disampaikan oleh tersangka dan saksi dan mencari relevansinya dengan perkara yang sedang ditangani.

”Sejauh ini belum ada jadwal atau informasi saksi tersebut (dipanggil penyidik, Red),” tutur Febri.

Sementara itu, kuasa hukum Bowo, Saut Edward Rajagukguk belum mau membenarkan bahwa menteri yang disebut terlibat dalam kasus kliennya adalah Enggar. Dia menyerahkan kewenangan pendalaman pihak-pihak yang diduga terlibat itu kepada penyidik KPK.

”Kita beri kesempatan kepada penyidik,” ujarnya.

 

(Redaksi/Sumber)

loading...