PB, Keerom — Dalam rangka memperingati hari Malaria Se-Dunia yang jatuh pada tanggal 25 April, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725/Woroagi turut memberantas nyamuk Anopheles dalam rangka mencegah penyakit Malaria, Kamis (25/4).

Sebagaimana yang dilakukan oleh Dokter Satgas Yonif 725/Woroagi Letda Ckm Muh. Wira Brimanniko bersama dengan Sersan Mayor Haryanto dan Kopral Dua Swenglie yang memberikan layanan fogging kepada warga Kampung Workwana, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom.

Dalam peringatan World Malaria Day (Hari Malaria Seduania) ini, anggota Pos Kout melakukan kegiatan fogging sembari mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya di wilayah Arso Timur akan pentingnya hidup bersih dan mencintai lingkungan, hal ini merupakan sebagai sikap perhatian anggota kepada masyarakat mengingat kampung tersebut adalah daerah yang mempunyai kerawanan terjangkit malaria.

dr. Wira mengatakan petugas kesehatan pos Arsotami sebagai anggota yang langsung bersentuhan dengan masyarakat tentunya tidak menginginkan warganya terserang penyakit mematikan tersebut. Oleh karena itu, dia berinisiatif untuk melakukan “fogging” atau pengasapan di wilayah Arso Timur tepatnya di Kampung Workwana.

“Pencegahan ini dilakukan untuk menghindari gigitan nyamuk anopheles dan yang perlu kita waspadai adalah bahwasanya nyamuk jenis ini akan aktif pada waktu pagi hingga sore hari, sehingga akan lebih efektif adalah dengan menghindari gigitan pada waktu tersebut, jangan tidur pada waktu tersebut, bila terpaksa pakailah kelambu, ” ujar dr. Wira.

Warga pun menyambut gembira keterlibatan TNI AD khususnya Satgas Yonif 725/Woroagi dalam mencegah dan memberantas penyakit Malaria ini seperti yang dikatakan oleh Piter (41) warga kampung Workwana.

“Terima kasih pak, sempat takut kalau anak saya terjangkit penyakit malarai. Untungnya ada Bapak-bapak dari Pos Arsotami yang melakukan fogging di rumah saya,” ungkapnya.

Sementara itu Komandan Satgas Yonif 725/Woroagi Letkol Inf. Hendry Ginting  mengatakan sebagai anggota yang dibekali dengan spesifikasi kesehatan harus bisa membantu dan melakukan, membina dan melaksanakan pencegahan kesehatan secara preventif dan edukatif.

“Demi mewujudkan masyarakat yang sehat secara pribadi dan lingkungan disekitarnya,” jelasnya.

 

(Redaksi)

loading...