PB, Jakarta — Menyikapi perkembangan situasi pasca Pilpres ini, Muhtadi seorang warga negara biasa menggugah kejujuran para elit untuk dapat mengatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah.

Dalam surat terbukanya, Muhtadi menyampaikan kepada sejumlah nama dan segenap rakyat Indonesia untuk menyematkan Indonesia dari perpecahan akibat segelintir penjahat politik yang haus kekuasaan.

Berikut surat Terbuka Muhtadi yang ditujukan kepada para elit dan segenap rakyat Indonesia :

Kepada Yth Bapak/Ibu Para kaum elite di Indonesia:
1. Prof. Mahfud MD
2. Prof. Refly Harun
3. Prof. JE Sahetapy
4. Prof Muzakir
5. Para Rektor Perguruan Tinggi se-Indonesia
6. Para Mantan Pejabat Tinggi Negara
7. Para Guru Besar/Profesor seluruh Indonesia
8. Para Tokoh Agama & Masyarakat Indonesia

Assalamu alaikum,
Dengan hormat,
Mohon bantuannya kepada bapak/ibu sekalian untuk segera menyikapi dengan tegas dan jelas kondisi nasional pasca pilpres ini.

Tidak kah bapak/ibu semua mengetahui adanya indikasi ketidakberesan, ketidakadilan, dan kecurangan yg bersifat masif, terstruktur, dan sistematis?

Ingat bapak/ibu, ini bukan soal Prabowo melawan Jokowi, ini soal kejujuran melawan kecurangan.
Bapak/ibu adalah kelompok orang yg diberi kelebihan oleh Allah Tuhan Yang Maha Kuasa berupa kecerdasan akal sehat di atas rata-rata.
Diberi kelebihan kemampuan untuk membedakan mana yg hak mana yg bathil, mana yg benar mana yg curang, mana yg ikut aturan mana yg melanggar.

Apakah bapak/ibu rela membiarkan kedzoliman ini terus menerus merajalela?

Ingat, kalau sampai terjadi bencana nasional akibat kecurangan dalam pilpres ini maka bapak/ibu semua akan dimintai pertanggungjawaban karena telah membiarkan kedzoliman ini terus berlangsung, padahal bapak/ibu punya kapasitas untuk bersuara memihak dan membela kejujuran, keadilan dan kebenaran.

Saya hanya minta katakan yg benar itu benar, yg curang itu curang, stop kecurangan, kutuklah kecurangan, teriakkan semua itu dengan lantang di depan media.

Saya yakin bapak/ibu punya nyali untuk berpihak kepada kebenaran dan kejujuran.
Saya yakin bapak/ibu siap maju tak gentar membela yg benar.

Ingat bapak/ibu, ini bukan soal siapa yg akan menjadi presiden. Tapi soal bagaimana menghargai suara rakyat yg berdaulat yg telah berpartisipasi menyalurkan suaranya untuk pemilu yang jujur dan adil.

Jangan kalian biarkan pilpres ini menjadi pilpres terburuk sepanjang sejarah negeri ini.
Terlalu besar yg dipertaruhkan jika bapak/ibu hanya diam seperti setan bisu!

Pliss.. Bapak/ibu.. lakukan lah sesuatu untuk menyelamatkan Indonesia dari ancamam perpecahan akibat segelintir penjahat politik yg haus kekuasaan.

Kalau bukan sekarang kapan lagi…?
Kalau bukan bapak/ibu, siapa lagi..?

Terimakasih.
Wassalamualaikum
Muhtadi..
Warga Negara Biasa

 

(Redaksi)

loading...