PB JAKARTA – Masyarakat Indonesia yang berhimpun di dalam ormas Pribumi Bersatu menyoroti pelaksanaan pemilu 2019 yang dipenuhi dengan banyaknya temuan kecurangan. Kekecewaan dan penyesalan atas massifnya temuan kecurangan tersebut bakal mereka ekspresikan lewat aksi massa melawan pemilu curang.

Ramai diberitakan di media massa temuan dugaan pemilu curang 2019 yang dilakukan secara terstruktur sistematis dan massif oleh BPN dari kubu 02. Banyak pula temuan kecurangan yang juga merugikan paslon 02 hasil dari investigasi lapangan tim independen yang berasal dari kampus-kampus terkenal di tanah air, antara lain, kampus UI, ITB, IPB, dan Unair.

“Ada sebuah kecurangan  luar biasa yang jelas-jelas merugikan paslon 02, ada ikut campur tangan pemerintah artinya aparat negara  yang selama ini kita harapkan netral, itu tidak berdiri pada posisi yang diharapkan oleh rakyat,” kata Sekjen Pribumi Bersatu, Askan Naim di Jakarta Selatan, sesaat lalu.

Askan menegaskan bahwa akibat ulah kecurangan tersebut bakal memicu kemarahan rakyat Indonesia. “Maka dari itu  kalau nanti rakyat bergerak merebut kembali kedaulatan  itu adalah hal yang konstitusional dan bukan dilarang,” ungkapnya.

“Kita berharap gerakan yang kita lakukan nanti adalah gerakan yang benar – benar sesuai dengan koridor hukum, tidak anarkis. Kita ingin menyampaikan pesan-pesan damai tapi pesan itu akan dahsyat kekuatannya, karena seluruh rakyat dan seluruh elemen pribumi bersatu di seluruh Indonesia, dan ormas- ormas dibawahnya akan bergerak total,” tegas Askan.

Dirinya mengaku sebanyak 200 ormas telah berhimpun dan akan melakukan pergerakan serentak melawan pemilu curang . “Saya berpesan kepada kaum pribumi di seluruh Indonesia agar tetap semangat, tenang, jangan panik akan situasi ini dan kita akan berjuang bersama sama sehingga kaum pribumi akan menjadi tuan di negeri sendiri,” ajaknya.

Pribumi Bersatu turut menyoroti ketimpangan ekonomi sosial yang terjadi yang mengakibatkan masyarakat pribumi di tanah air kian tersisihkan.

“Ekonomi dan lain sebagainya yang selama ini terjadi ketimpangan kita harapkan supaya ada kesejajaran. Pemerintah dalam hal ini negara harus memberikan ruang yang seimbang kepada kaum pribumi,” pungkas Askan.

Diketahui, selain banyaknya temuan kecurangan sejak dari bilik TPS, temuan kertas suara yang telah tercoblos paslon tertentu, kecurangan pun terjadi hingga ke situng KPU. Di situng KPU dalam proses memasukkan atau memindahkan data dari C1 seperti yang ramai diberitakan di media massa ditemukan sebanyak 74 ribu kesalahan entry data, yang kesemuanya menguntungkan paslon 01, sebaliknya untuk paslon 02 terjadi pengurangan jumlah suara yang sangat signifikan.

Ada pula tragedi kemanusiaan pasca pemilu serentak 17 April lalu yang telah menelan banyak korban. Untuk korban hingga saat ini tercatat sebanyak 574 orang petugas pemilu meninggal dunia, dan diperkirakan akan terus bertambah mengingat terdapat ribuan petugas KPPS yang masih dirawat di rumah sakit di berbagai pelosok tanah air.

Habib Muhsin Alatas yang menjadi narasumber dalam acara konsolidasi yang dihadiri ratusan relawan tersebut menyatakan rasa keprihatinan mendalam atas buruknya pelaksanaan pilpres kali ini.

Menurut tokoh ulama ini, pelaksanaan pileg dan pilpres yang merupakan agenda nasional telah diciderai oleh kecurangan yang dilakukan secara brutal. Bahkan menurutnya kecurangan tersebut dikategorikan sebagai kejahatan konstitusi.

” Ini menjadi permasalahan yang panjang karena berkaitan dengan kedaulatan rakyat yang telah diciderai oleh sekelompok orang yang mereka secara arogan melakukan sebuah kecurangan bahkan boleh dikategorikan sebagai kejahatan yang luar biasa,” kata Habib Muhsin Alatas saat di wawancarai media di Jakarta Selatan, Minggu (12/5/2019).

“Sebagaimana yang kita saksikan dan kita ikuti dalam perkembangan di media massa dan media sosial yang luar biasa sekarang ini, dengan nyata kecurangan- kecurangan tersebut dilakukan oleh salah satu kubu yaitu (kubu) 01, ini sesuatu yang sangat menyakitkan bagi kedaulatan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya lagi, kecurangan-kecurangan dan kejahatan tersebut dilakukan baik di pra pilpres dan pileg maupun dalam pelaksanaan serta pasca pilpres yaitu ketika perhitungan suara dimulai.

“Ini sangat memprihatinkan dan sebagai rakyat Indonesia yang mayoritas telah menyampaikan aspirasinya, telah memilih pilihannya, (namun) dengan cara (curang) seperti ini maka sangat merasa dirugikan dan ini sama saja menginjak-injak daripada dasar negara Pancasila‎ dan UUD 1945 sebagai konstitusi yang asli bangsa Indonesia,” terangnya

Habis Muhsin mengatakan, hal kecurangan tersebut bukanlah masalah yang sepele karena berkaitan dengan kedaulatan rakyat Indonesia yang disaksikan oleh penduduk dunia.

“Semua menyoroti tentang kejahatan yang dilakukan oleh rezim sekarang ini,” tegasnya lagi.

“Oleh karena itu, dengan semua kejadian ini , maka segenap komponen bangsa sekarang ini bersatu padu melawan kejahatan konstitusi dan kelompok yang merongrong kedaulatan rakyat Indonesia,” sambungnya lagi.

Menurutnya, rakyat telah menjadi sadar karena merasa dirugikan dan curangi. Rakyat dikatakannya, akan bersatu padu untuk berjuang menegakkan kembali keadilan dan mengambil kembali kedaulatan. (Team Media/Red)

loading...