PB, Kendari — Komandan Lanal Kendari Kolonel Laut (P) I Putu Darjatna menegaskan seleksi penerimaan prajurit TNI AL dilakukan secara obyektif.

Hal itu disampaikan oleh Danlanal Kendari selaku Ketua Tim Panda Kendari didampingi Pasminlog Mayor Laut (T) Tri Prayitno dan Panitia penguji saat memberikan pengarahan kepada para Casis Bintara PK TNI AL tahun 2019 di Lapangan Apel Mako Lanal Kendari, Senin (13/5).

Menurut Danlanal, animo putra putri Sulawesi Tenggara untuk menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut meningkat setiap tahunnya.

“Pada penerimaan gelombang pertama tahun 2019, tercatat sebanyak 699 calon siswa yang mendaftar menjadi calon prajurit TNI AL yang terdiri dari 608 orang calon Caba pria dan 91 calon Caba wanita,” ujar Danlanal.

Peningkatan animo ini, diakuinya karena sosialisasi yang terus dan rutin dilakukan oleh pihaknya kepada masyarakat Sultra.

Danlanal menjamin bahwa dalam penerimaan prajurti TNI AL  tidak ada unsur KKN, tidak ada suap, tidak ada kedekatan kekeluargaan.

“Semuanya sama, semuanya memiliki kesempatan yang sama, tolong ini diperhatikan dan diyakinkan pada diri kalian, tdak usah kalian ragu, yakinkan terhadap diri kalian usaha ini adalah usaha diri kalian sendiri. Saya di sini berdiri menyaksikan atau menjamin tidak ada permainan anggota saya, siapa yang mampu siapa yang lolos itu yang akan dikirim ke Malang,” tegasnya.

Danlanal juga mengaku bahwa dirinya telah menginstruksikan langsung kepada Panitia Penerimaan agar tidak terlibat praktik suap menyuap dalam bentuk apapun dalam rangka meloloskan Casis.

“Bila ketahuan ada panitia yang ‘bermain’ maka akan langsung diproses. Hal ini juga penekanan Bapak Kasal bahwa pada saat pelaksanaan Tes Masuk Caba PK Pria/Wanita Gel-I tahun 2019 agar mengutamakan keterbukaan, bersahaja dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

 

(Redaksi)

 

loading...