PB, Tanjung Selor — Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengatakan, pihaknya baru saja membuka pelayanan administrasi kependudukan.

“Terbaru dilaksanakan di Desa Long Berang, Kecamatan Mentarang Hulu di Kabupaten Malinau,” ujarnya, Selasa (14/5).

Kata dia, hal ini merupakan salah satu titik pelayanan tersulit dalam pelaksanaan program yang dinamai Sipelandukilat atau Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan untuk di Wilayah Perbatasan.

“Sesuai laporan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kaltara Samuel Parrangan, butuh waktu sekitar 6 jam untuk mencapai desa tersebut. Dari titik singgah terdekat (dari Malinau Kota ke dermaga Pulau Sapi, dilanjutkan jalur perairan ke Desa Long Berang). Di desa inilah terdapat kantor Kecamatan Mentarang Hulu,” ujarnya lagi.

Dia juga mengatakan bahwa seperti daerah sasaran lainnya, di Long Berang, Disdukcapil Kaltara bersama pemerintah daerah setempat, melakukan sejumlah pelayanan administrasi kependudukan baik perekaman KTP Elektronik, mengganti elemen pada KTP-el, pembuatan Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian, dan Pendaftaran KIA atau Kartu Identitas Anak.

“Selain di Mentarang Hulu, Sipelandukilat juga telah merealisasikan pelayanan serupa di 2 kecamatan lainnya di Malinau. Yakni, Kayan Hilir dan Kayan Hulu yang dilakukan selama 10 hari, sejak 22 Februari hingga 1 Maret 2019. Seperti definisinya, Sipelandukilat juga memberikan pelayanan di kabupaten perbatasan lainnya di Kaltara, yakni Nunukan. Terbaru, Sipelandukilat merealisasikan pelayanan 6 hari sejak 18 hingga 23 Maret di 2 kecamatan. Yakni, Kecamatan Tulin Onsoi dan Sebuku,” jelasnya.

Gubernur menambahkan bahwa di samping pelayanan jemput bola, melalui Disdukcapil pihaknya juga berupaya menertibkan administrasi kependudukan.

“Salah satunya, perubahan nomenklatur pada KTP. Dari Provinsi induk kita, Kaltim ke Kaltara. Kita imbau kepada masyarakat untuk pro aktif mengurus perubahan ini. Utamanya yang masih tertulis Kaltim,” pungkasnya.

 

(Redaksi)

loading...