PB, Jakarta — Ekonom Senior, Rizal Ramli (RR) memberi predikat Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indarwati (SMI) sebagai menteri terbaik untuk kreditor tetapi sebaliknya merupakan menteri terburuk bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

Penilaian RR terhadap SMI bukan tanpa alasan karena hingga saat ini utang pemerintah Indonesia telah mencapai Rp. 4.528,45 triliun sehingga membawa Indonesia diambang kebangkrutan.

Ironisnya kata Mantan Menteri Keuangan ini, dalam kurun waktu 1 tahun, total utang Pemerintah Pusat bertambah Rp 347,84 triliun.

Selain itu Ketua Dewan Pembina Asprindo itu mengatakan bahwa Yield/kupon surat utang Indonesia tertinggi di Asean sehingga akan mencekik Indonesia di masa yang akan datang.

“Setiap menerbitkan utang baru, Indonesia mematok kupon yield sebesar 8 %. Sangat jauh jauh di atas tingkat yield surat utang (tenor 10 tahun) negara-negara di kawasan seperti Vietnam 4,8 %, Thailand, 2,5, Malaysia, 3,8, singapura, 2,1 dan Filipina, 5,6%,” ujar RR kepada pembawaberita.com, Jum’at (17/5).

Lanjutnya, di era SMI pula rasio pajak terhadap PDB terrendah di Asean sehingga menghambat peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Rasio pendapatan pajak terhadap PDB, tax ratio Indonesia sebesar 10-11% di kawasan. Bandingkan dengan negara lain seperti Vietnam 13,8 %, Thailand 17 %, Filipina 14,4 %, Singapura, 14,2 % dan Malaysia 15,5 %,” terangnya.

RR juga menyoroti transaksi berjalan di Era SMI merupakan terrendah di Asean sehingga menyebabkan Makro Ekonomi Indonesia paling rentan di Kawasan Asean.

“Defisit transaksi berjalan Indonesia kuartal I 2019 sebesar USD -7 miliar, bandingkan dengan Malaysia yang surplus USD 2,6 bilion, Singapura USD 17,6 miliar, Thailand Surplus USD 6 miliar, Vietnam surplus USD 1,7 miliar dan Filipina defisit USD 201 juta,” jelasnya.

Mantan Menko Ekuin ini juga menambahkan bahwa di era SMI capain Net Intetnational Investment (NIIP) paling negatif di kawasan Asean sehingga membuat Indonesia paling tekor.

“NIIP Indonesia adalah paling negatif, defisitnya terbesar di kawasan yaitu sebesar USD -297 miliar. Bandingkan dengan Filipina USD -34 miliar, Thailand USD -24 miliar, Malaysia, USD -18 miliar, Myanmar USD -18, Kamboja USD -15 miliar. Yang mengagetkan adalah Timor leste yang surplus USD 17,5 miliar,” pungkasnya.

 

(Redaksi)

loading...