PB, Jakarta — Aparat gabungan Kepolisian RI dan Tentara Nasional Indonesia menggelar sweeping di sejumlah terminal bus dan stasiun kereta api di Jawa Timur, Sabtu malam, (18/5).

Sweeping dilakukan berkaitan kabar akan berangkatnya sejumlah warga Jatim untuk aksi 22 Mei di Jakarta.

Di Terminal Bungurasih, aparat gabungan mulai melakukan razia penumpang bus sehabis waktu buka puasa. Terdiri dari sekira 50-an personel, tim terdiri dari anggota Satuan Brimob Polda Jatim, Kepolisian Resor Kota Sidoarjo, Komando Distrik Militer Sidoarjo, dan dari Dinas Perhubungan setempat.

Rencananya, razia dilaksanakan hingga Selasa, (21/5) mendatang.

Tidak hanya di terminal bus, sweeping juga dilakukan di Stasiun Pasar Turi Surabaya. Puluhan personel dari Polda Jatim dan lebih dari 40 personel Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya diterjunkan dalam kegiatan itu. Ada pula satu SST personel TNI AD digerakkan untuk razia di Surabaya dan Sidoarjo.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera mengatakan, razia dan sweeping tidak hanya dilakukan di terminal dan stasiun kereta api di Surabaya dan Sidoarjo. Polres-polres jajaran di Jawa Timur melakukan gelar serupa.

“Sesuai perintah Bapak Kapolda,” katanya seperti dikutip viva.co.id, Sabtu (18/5).

Dia menjelaskan, sasaran utama sweeping ialah penumpang bus dan kereta api. Dia tidak menampik bahwa razia itu berkaitan dengan adanya kabar sejumlah warga Jatim yang akan berangkat ke Jakarta mengikuti aksi 22 Mei saat pengumuman hasil Pemilu 2019.

“Tujuannya dua, pertama untuk kondusivitas di bulan Ramadan. Kedua, antisipasi menjelang 22 Mei,” ujarnya.

Barung menegaskan, razia itu bukan dalam rangka melarang warga bepergian ke Ibu Kota atau pun ikut aksi 22 Mei di Jakarta. Hanya imbauan yang akan disampaikan jika saat razia ditemukan penumpang yang berencana ikut aksi.

“Bukan melarang, hanya mengimbau saja agar tidak berangkat, karena percuma di Jakarta akan berhadapan dengan aparat. Kan itu untuk melindungi warga juga kita,” terangnya.

Sweeping dilakukan sekadar menjamin tidak ada senjata tajam, senjata api, atau benda berbahaya lainnya dibawa dibawa oleh penumpang. “Kalau ditemukan ada yang membawa sajam atau senjata api, tentu kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” ucap Barung.

 

(Redaksi/Sumber)

loading...