PB, Jakarta — Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ( SPDP) terhadap capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dicabut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, hal itu dilakukan karena polisi masih memerlukan penyelidikan agar dapat melakukan penyidikan terhadap Mantan Danjen Kopassus itu.

“Dianggap perlu dilakukan langkah penyelidikan terlebih dahulu dan belum perlu dilakukan penyidikan, karena perlu dilakukan kroscek dengan alat bukti lain,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, seperti dilansir kompas.com Selasa (21/5).

Argo juga menuturkan, hal yang perlu dikonfirmasi adalah keterangan tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma yang menyebut nama Prabowo saat pemeriksaan.

“SPDP itu yang menyampaikan bahwa Pak Prabowo sebagai terlapor adalah hasil daripada keterangan tersangka Eggi Sudjana dan tersangka Lieus. Maka, dari keterangan tersangka itu perlu ada dibuktikan,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menarik SPDP yang menyatakan bahwa Prabowo merupakan terlapor dalam dugaan kasus makar yang melibatkan Eggi Sudjana.

Laporan terhadap Prabowo itu tercatat pada 19 April, sedangkan penyidikan disebut telah dimulai sejak 17 Mei 2019. Pasal yang dituduhkan adalah Pasal 107 KUHP dan atau Pasal 110 juncto Pasal 87 dan atau Pasal 14 Ayat (1) dan Ayat (2) dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1/1946.

(Redaksi)

loading...