PB, Jakarta — Abd Wafi (16)  warga Dusun Krajan Desa Sumberpetung Kecamatan Ranuyoso, Lumajang nyaris menjadi korban pembegalan yang terjadi di Jembatan Dusun Krajan I Desa Tegalrandu Kecamatan Klakah, Selasa (21/5).

Akibat dari upaya pembegalan itu, korban mengalami luka bacok di bagian kepala, pinggang dan pundak sehingga dirawat di RSU dr. Haryoto Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan kronologis pembegalan itu terjadi sekira pukul 17.30 WIB dimana 3 orang pelaku tidak dikenal dengan menggunakan sepeda motor beat warna putih.

Ketiganya kata Kapolres menghampiri korban dengan berboncengan tiga.

“2 Pelaku yang dibonceng turun dari kendaraan dan bertanya rumah seseorang kepada korban, namun korban menjawab tidak tahu, silahkan anda bertanya kepada toko di seberang jalan, kemudian 1 satu orang pelaku pura-pura menelpon seseorang dengan berguman nomor orang yang ditelpon tidak aktif sambil menunggu situasi jalan sepi, begitu situasi jalan sepi Pelaku dengan ciri kurus tinggi yang bertanya kepada korban tadi langsung membacok korban berkali-kali sambil meneriakkan turun turun,” ujar Kapolres.

Lanjutnya, mendapatkan kejadian tersebut korban lari ke arah utara dan memberi tahu temannya yang bernama Hamidi yang saat itu sedang melintas menggunakan motor.,” ujarnya lagi.

Kata Kapolres, selanjutnya Hamidi berteriak maling-maling/begal-begal dan setelah itu pelaku meninggalkan TKP dan Sepeda Motor serta korban di TKP ke arah selatan.

“Pelaku sangat biadab, tidak memiliki hati nurani. korban dibacok sampai 6 kali. kejadian ini tentu ada pembalasan dari saya dan tim cobra. saya akan sisir kampung-kampung mencari pelakunya,” terang Arsal.

Arsal menghimbau kepada ketiga pelaku begal agar menyerahkan diri.

“Ciri-ciri kamu sudah kami ketahui. lebih baik kamu menyerahkan diri secepatnya daripada terus dihantui oleh tim cobra yang terus bergentayangan dalam hidupmu. kalau tidak kelak Tim Cobra akan mematukmu,” jelas Arsal.

Senada dengan itu Katim Cobra AKP Hasran Cobra menambahkan pihaknya telah memiliki data-data tersangka dan akan memimpin Tim Cobra untuk melakukan penangkapan.

“Saya himbau kepada para tersangka untuk segera menyerahkan diri. Jika tidak saya terpaksa akan melakukan upaya paksa dalam penangkapan kalian. Sekali lagi segera menyerah dan segera jalani hukuman yg telah kalian lakukan,” tegas Hasran.

 

 

(Redaksi)

loading...