PB, Jakarta — Saya tahu, Anda telah mewakafkan diri, harta dan nyawa Anda untuk rakyat. Anda, telah berkomitmen berjuang untuk rakyat. Anda, akan menangis dan tertawa bersama rakyat.

Anda, sudah cukup sabar mengalah dan dizalimi untuk masa lima tahun yang lalu. Anda, juga melihat saat ini waktunya untuk melawan atau Anda akan dikenang sebagai pecundang.

Karena itu wahai Jenderal, saya Nasrudin Joha, saya rakyat, saya adalah pemilik kedaulatan, saya pemilik mandat kekuasaan, saya punya hak penuh terhadap Anda.

Wahai Jenderal, dengarkan perintah rakyat. Anda harus melawan, Anda harus hadir bersama rakyat, yang membela suara dan aspirasinya. Anda, harus tunjukkan bahwa Anda layak menjadi perisai yang terdepan melindungi rakyat.

Wahai Jenderal ! Saya perintahkan kepada Anda, untuk ikut bergerak di parit-parit perjuangan, berada di garis depan menghadapi musuh, untuk merasakan keringat, darah dan air mata rakyat.

Anda, tidak boleh membiarkan para pengkhianat negeri ini, terus menipu rakyat dan menggadaikan negara kepada asing. Anda, wajib menyulut api perlawanan, disaat bara perjuangan rakyat begitu panas dan membara.

Jenderal, saya perintahkan kepada Anda, untuk turun pada aksi 22 Mei. Jendral, saya rakyat, saya atasan Anda, Anda hanya diberi dua pilihan : mendengar perintah dan taat menjalankan.

Jenderal, jangan pernah menyeka air mata itu, sesungguhnya derai yang membasahi pipi rakyat, hingga saat ini masih terus terurai. Anda menangis, meneteskan air mata, sementara rakyat telah menjerit karena kehilangan harga diri dan kehormatan.

Anda memang ditakdirkan untuk memilih pilihan sulit, namun yakinlah setelahnya ada kemudahan. Anda bisa melihat, hingga hari ini rezim ini tidak pernah menghargai Anda.

Rezim ini hanya ingin bertemu dengan Anda, agar Anda mengakui kemenangan curang mereka. Kemudian, rezim menawarkan kompensasi sekerat tulang dunia yang tidak mengenyangkan bagi Anda. Ini penghinaan Jenderal !

Jika Anda, tak mau berjuang untuk diri Anda, untuk kemenangan Anda, bergeraklah untuk rakyat. Bergeraklah untuk ulama dan tokoh kami yang telah massif menjadi korban kriminalisasi. Bergeraklah untuk rakyat, yang telah menjadi korban tipu daya dan kezaliman.

Jenderal, Kita wajib memilih pilihan hidup dengan harga diri, meski harus mati ketimbang diam dan bungkam atas kezaliman. Mati membela kebenaran, jauh lebih mulia daripada hidup seribu tahun dalam kezaliman dan ketertindasan.

Jenderal, saya perintahkan kepada Anda, turun dan pimpin rakyat Anda pada tanggal 22 Mei ini. Ingat pasal komitmen taat kepada rakyat. Pasal 1, rakyat tidak pernah salah. Pasal 2, apabila rakyat salah tinjau pasal 1.

Karena itu, laksanakan perintah ini Jenderal !!

 

Oleh : Nasrudin Joha

loading...