PB, Jakarta — Salah satu pendiri Partai Demokrat Hencky Luntungan menyebut wacana Kongres Luar Biasa (KLB) di tubuh partai Demokrat semakin menguat.

Pemicunya kata dia adalah kegagalan partai berlambang Mercy itu dalam meraih suara 15 persen dalam Pemilu tahun 2019 ini dan permainan “politik dua kaki” yang dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Bahkan kata dia permaianan politik dua kaki SBY mencerminkan sikap keragu-raguan dan ketidak percayaan diri SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

“Ada persiapan digulirnya KLB, dengan berbagai alasan penyimpangan internal dalam menjalankan roda organisasi yang berbuntut semakin terpuruknya partai Demokrat,” ujar Hencky dalam keterangan tertulisnya kepada Redaksi pembawaberita.com, Kamis (23/5).

Teranyar, Hencky juga menyoroti pertemuan Agus Hari Murti Yudhoyono (AHY) dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor kemarin yang menurutnya sungguh tidak elok, memalukan dan beraroma pengkhianatan.

“Saya rasa kurang elok pertemuan  AHY pada last menit paska pengumuman pemenang Pilpres 2019 dengan Jokowi di tengah penantian panjang Prabowo-Sandi menunggu penghitungan real count KPU. Tersirat analogi “post power sindrom” Ketua umum Partai Demokrat SBY dalam menggapai kekuasaan,” ujarnya lagi.

Hencky menduga, manuver AHY untuk segera bermanuver ke kubu 01 atas saran dan restu  SBY yang kini sedang berada di Singapura.

Namun menurut dia menuver politik tersebut sangat berbahaya karena merupakan blunder politik yang menimbulkan gejolak internal sehingga dapat membawa Kroni Cikeas ke ujung tanduk.

“Meski dengan santun Pak Jokowi menerima AHY oleh karena “perasaan dan rasa manusiawi. Tapi tawaran untuk porsi kabinet masih jauh panggang dari api,” jelas Hencky Luntungan yang lebih dulu mendukung Jokowi dan bergabung dalam oragnisasi Cakra 19 ini.

 

(Redaksi)

 

loading...