PB, Jakarta — Aksi penolakan terhadap rekapitulasi hasil Pemilu 2019 terus berlangsung. Akibatnya massa aksi dan aparat keamanan terkungkung dalam situasi sulit yang menyebabkan keduanya saling berhadap-hadapan.

Dalam posisi yang tidak menguntungkan tersebut, hubungan kedua elemen ini semakin memburuk saat terdengar kabar telah jatuh 6 korban tewas di pihak pengunjuk rasa dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Meskipun informasi di sosmed simpang-siur karena ada yang mengatakan sudah belasan orang tewas namun angka resmi yang menurut pengakuan Gubernur DKI Jakarta korban tewas sudah 6 orang meninggal dunia.

“Yang membuat kami kagum dari Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia (IKB-UI) telah mampu membangkitkan kaum muda untuk turun ke jalan menyuarakan keadilan dan kejujuran. Rakyat hanya ingin gerakan nasional kedaulatan rakyat tidak dicermari oleh para penunggang gelap yang berasal dari kekuatan di luar dari tujuan menegakkan kejujuran dan keadilan yang sudah dirampas oleh institusi yang seharusnya berlaku adil dan jujur,” ujar Suta Widhya SH di tengah kerumunan massa yang bertahan terhadap tembakan gas air mata Brimob.

Kekaguman dari komponen massa IKB-UI itu semakin menguat karena disaat bersamaan komponen yang tergabung dalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat ini disambangi oleh Prabowo Subianto.

Pemimpin bangsa ini menepati janjinya dengan turun langsung ke lapangan guna menyemangati para korban yang berjatuhan terkena gas air mata dan peluru karet petugas, Rabu (22/5)

“Prabowo Subianto menepati Janji untuk bersama rakyat, baik timbul dan tenggelam. Baik dalam keadaan senang maupun susah. Yang dilakukan Prabowo pasti bukan pencitraan. Ia adalah sosok pemimpin yang ikhlas, jujur sejak dalam pikiran,” jelas Hans Suta.

 

 

(Redaksi)

loading...