PB, Jakarta — Konon, beliau ini gelarnya unik, profesor segala bidang. Kalau menteri ada Luhut yang Mensegur (Red. Menteri Segala Urusan), nah Profesor ini gelarnya PROFSEGANG : Profesor Segala Bidang.

Isu hukum tata negara, nimbrung. Isu pidana, nimbrung giliran keliru ngaku bukan bidangnya. Bahkan, terakhir Profsegang ini, juga digelari Profokator. Doi menuding, daerah tertentu basis pemenangan 02 sebagai basis Islam garis keras. Benar-benar Prof, provokator !

Ga ngerti dan Ga ahli fiqh Islam ikut ngomong. Urusan khilafah, berdebat muter-muter pada frasa ‘tak ada khilafah baku’. Dijawab secara intelektual, jawabnya ngeles. Menolak khilafah, kayak sudah lebih ahli dari Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Hanafi dan Imam Hambali.

Ga ngerti IT, tiba-tiba ke KPU. Sok ngecek IT KPU, bikin deklamasi, tidak ada kecurangan. Hebat sekali dia, kayak sudah bisa bikin power point mandiri saja.

Profesor Korban PHP awalnya diminta jadi Cawapres. Bahkan, takdir sejarah menyebutnya memang menempatkan dirinya sebagai cawapres. Sumringah sekali, diajak belajar skenario pencitraan. Naik motor, boncengan, lantas sampai serahkan ukuran baju.

Tapi, garis tangan bicara lain. Sang profesor, telak menjadi korban Pemberi Harapan Palsu.

Sang profesor mungkin salah bergaul, karena publik dan segenap elemen anak bangsa, paham betul siapa yang mem-php profesor. Dia, adalah rajanya php. Raja Bohong dan ingkar, seluruh rakyat sudah sering di php. itu sudah tabiat aslinya.

Tentu, ini memalukan. Jika tidak bermental baja, boleh jadi sang profesor itu gantung diri dibawah pohon kencur.

Belum kering jahitan luka akibat di php menjadi cawapres, belum lama ini profesor ini jadi korban lagi. Awalnya, profesor ini akan dijadikan tim ahli, ahlinya ahli, core of the core, untuk melototin aktivitas dan ucapan sejumlah tokoh nasional.

Ternyata ? Batal lagi. Katanya diganti orang lain. Sang Profesor kembali jadi korban php. Malang ya nasib ya nasib, entah sampai kapan derita berkepanjangan sang profesor ini akan berakhir.

 

Oleh : Nasrudin Joha

loading...