PB, Jakarta — Sekertaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo)  Ir. Irwansyah mengatakan bencana banjir yang menenggelamkan Kabupaten Konawe Utara merupakan ekses negatif dari aktifitas pertambangan.

Kata dia, terbukanya hutan yang sebelumnya merupakan resapan air adalah penyebab meluapnya air di sejumlah daerah aliran sungai di Kabupaten tersebut.

Oleh karenanya kata dia, Pemerintah sudah semestinya melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap seluruh izin usaha pertambangan yang ada di Kabupaten Konawe Utara.

“Sebagai putra daerah sebaiknya ada evaluasi secara menyeluruh atas izin-izin tambang yang selama ini terkesan hanya kejar kouta eksport, tapi lupa dengan SOP tambang yang benar sesuai UU Pertambangan tahun 2009,” tegas Irwansyah, Senin (10/6).

Senada dengan itu sebelumnya Anggota Komisi V DPR RI Ridwan Bae mengatakan salah atu penyebab terjadinya banjir di Konawe Utara adalah karena mudahnya investor diberi izin investasi.

Kata dia, izin-izin pembukaan lahan kelapa sawit, usaha pertambangan, perkebunan tebuh dan izin-izin lainnya telah menyebabkan gundulnya hutan sehingga tidak ada lagi pohon-pohon yang mampu menyerap dan menyimpan air dalam tanah dengan baik.

“Ini dapat dilihat keruhnya air yang menggenangi beberapa desa yang terdampak banjir bandang. Airnya keruh sekali, ini menandakan bahwa air sudah tidak tertahan dalam tanah. Hujan yang turun terus menerus dalam dua pekan terakhir ini, langsung menggerus tanah. Curah hujan yang tinggi inilah yang menimbulkan banjir ke mana-mana di Konawe Utara,” jelas Mantan Bupati Muna ini.

Menyikapi banyaknya izin investasi di Konawe Utara, Ridwan mengingatkan agar bupati  bertindak lebih tegas menolak izin tersebut.

“Jangan mau dipengaruhi dengan kepentingan tertentu. Bupati harus tampil membela kepentingan rakyatnya. Bupati juga harus memikirkan sumberdaya alam untuk jangka panjang,” imbuhnya.

Ketua DPD Partai Golkar Sultra itu meyakini bila bupati mampu melakukan penolakan investasi maka tidak akan terjadi banjir setiap tahun di Konawe Utara.

 

(Redaksi)

loading...