PB, Jakarta — Saya tidak akan membahas hanya menyangkut persoalan ekonomi saja dalam melihat perang Trump vs RRC ini. Kenapa saya tidak menyebut perang AS vs RRC?

Karena ini DIMULAI DARI KESADARAN seorang DT terhadap NASIB NEGARANYA DI MASA DEPAN, dimana para politisi dan rakyat AS sudah merasa nyaman saja dengan kondisi yang sudah berlangsung lama dari trade deficit ini. Saya menyebutnya sebagai kondisi STATUS QUO yang dinikmati tanpa menyadari akan bahayanya.

Pandangan masa depan hanya bisa dipunyai dan berani diungkapkan oleh orang-orang yang mengerti dan berwawasan serta berani dan serius ingin membela bangsanya.

JADI BICARA DONALD TRUMP BUKAN BERARTI MEMBELA AS TAPI LEBIH KEPADA BAGAIMANA BERBICARA TENTANG SESEORANG YG PUNYA VISI MASA DEPAN.

Bagi seorang DT trade deficit ini adalah WARNING BAGAIMANA BERBAHAYANYA jika kondisi status quo ini berlangsung terus bagi AS.

Ditopang dengan pengalaman bisnis yang bertahun-tahun dan wawasan yang melampaui bisnis, DT tampil menyadarkan rakyat AS dengan slogan : AMERICA FIRST dan MAKE AMERICA GREAT AGAIN yang merupakan ikon perlawanan terhadap usaha-usaha yang membuat AS lemah dan hancur.

Termasuk kebijakan dalam membuat TEMBOK di perbatasan Meksiko untuk membatasi human trafficking, drugs, dan gelombang manusia dari Meksiko.
Begitu juga kebijakan AS yang terlibat perang dimana-mana, menurut analisa DT bukan untuk kepentingan AS tapi untuk kepentingan Zionis Internasional dan Israel.

Trump mengerti apa itu NWO sebagaimana Putin juga mengerti tentang NWO.

Apakah Putin bermusuhan total dengan Israel?
Jawabnya : Tidak!

Dia melakukan politik tarik-ulur dengan Zionis-Zionis ini. Begitu juga DT.

DT bukan tidak tahu bahwa NWO punya kaki di RRC.
Dan seperti biasa, NWO selalu menyiapkan NEGERI YANG AKAN MENJADI PIJAKAN MEREKA BERIKUTNYA, jika negeri yang merupakan tempat pijakan sebelumnya tidak bisa mereka kendalikan lagi.
Seperti kasus, pindahnya pusat bisnis dan keuangan NWO dari Inggris ke Manhattan-New York.

Perang DT vs RRC ini tidak mudah karena hasil tidak akan terlihat dalam waktu singkat, jadi dukungan rakyat dan politisi tidak akan segera terlihat karena efek negatifnya akan dirasakan terlebih dahulu SETELAH NYAMAN BERTAHUN-TAHUN dalam STATUS QUO yang sangat potensial berbahaya buat AS.

Apalagi DT juga dihadang opini-opini bahwa perang DT vs RRC ini tidak memberikan harapan seperti kata lobi-lobi Zionis di AS dalam hal ini media dan politisi.
Sebagai contoh adalah apa yang digambarkan oleh channel HBO dalam judul The Realities of Trump’s Trade War.

Tapi indikator efek positif sudah mulai dirasakan dengan sedikit tanda seperti angka pertumbuhan ekonomi AS sebesar 4.1% di kuartal kedua 2018.

Pelajaran ini harus diambil oleh bangsa Indonesia jika ingin Indonesia mandiri dan kuat.

TERGANTUNG DENGAN NEGARA LAIN YANG SULIT LEPAS, MEMBUAT NEGARA DALAM POSISI BERBAHAYA.

 

Oleh : Joserizal Jurnalis
Relawan medis MER-C di daerah perang, konflik dan bencana alam.

loading...