PB, Jakarta — Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Ryamizard Ryacudu, menolak berkomentar soal keterlibatan eks anggota Tim Mawar Komando Pasukan Khusus  (Kopassus) TNI AD dalam kerusuhan 22 Mei lalu.Diduga ada peran anggota eks Tim Mawar Kopassus yang mendalangi kerusuhan tersebut.

Menhan menyebut, Tim Mawar Kopassus sudah selesai dan tidak perlu diungkit-ungkit lagi.

“Tim Mawar kan sudah selesai, sudah ada hukuman. Sudah selesailah, jangan dipakai-pakai lagi. Kalau ada itu tanya sama Polisi,” ujarnya usai bersilaturahmi ke kediaman Buya Syafii Maarif, Selasa (11/6).

Ia menerangkan, hal itu tidak berkaitan lagi dengan TNI di masa sekarang.

Meskipun di masa lalu Tim Mawar menjadi bagian dari TNI AD, Ryamizard menolak peristiwa 22 Mei ada kaitan dengan institusi TNI.

“TNI ya nggak ada urusannya. Itu tim lain, meskipun itu dulu TNI. TNI sekarang ya sudah lainlah,” imbuhnya.

Ryamizard juga menegaskan hukum sebagai panglima tertinggi dalam kehidupan berbangsa yang mesti ditaati.

Sehingga, siapapun yang terlibat mesti diproses dan ikut ketentuan hukum yang berlaku.

Berikut fakta-fakta Tim Mawar dikutip dari berbagai sumber:

Diketahui, Tim Mawar adalah sebuah tim kecil dari kesatuan Kopassus Grup IV, TNI Angkatan Darat.

Tim Mawar dibentuk oleh Mayor Bambang Kristiono pada Juli 1997.

Dikutip dari Tribun Timur, target Tim Mawar adalah memburu dan menangkapi aktivis radikal.

Tim ini adalah dalang dalam operasi penculikan para aktivis politik pro-demokrasi pada 1998.

Setelah operasi penculikan aktivis terbongkar, para personel Tim Mawar diseret ke pengadilan

Setidaknya ada 11 anggota Tim Mawar yang diajukan ke Mahkamah Militer Tinggi (Mahmilti) II pada bulan April 1999.

Saat itu Mahmilti II Jakarta yang diketuai Kolonel CHK Susanto memutus perkara nomor PUT.25-16/K-AD/MMT-II/IV/1999 yang memvonis Mayor Inf Bambang Kristiono (Komandan Tim Mawar) 22 bulan penjara dan memecatnya sebagai anggota TNI.

Pengadilan juga memvonis Kapten Inf Fausani Syahrial (FS) Multhazar (Wakil Komandan Tim Mawar), Kapten Inf Nugroho Sulistiyo Budi, Kapten Inf Yulius Selvanus dan Kapten Inf Untung Budi Harto, masing-masing 20 bulan penjara dan memecat mereka sebagai anggota TNI.

Sedangkan 6 prajurit lainnya dihukum penjara tetapi tidak dikenai sanksi pemecatan sebagai anggota TNI.

Mereka adalah Kapten Inf Dadang Hendra Yuda, Kapten Inf Djaka Budi Utama, Kapten Inf Fauka Noor Farid masing-masing dipenjara 1 tahun 4 bulan.

Sementara Serka Sunaryo, Serka Sigit Sugianto dan Sertu Sukadi hanya dikenai hukuman penjara 1 tahun.

Menurut pengakuan Komandan Tim Mawar, Mayor Bambang Kristiono, di sidang Mahkamah Militer, seluruh kegiatan penculikan aktivis itu dilaporkan kepada komandan grupnya, yakni Kolonel Chairawan K Nusyirwan.

Namun, sang komandan tidak pernah diajukan ke pengadilan sehingga tidak bisa dikonfirmasi.

Sementara itu tanggung jawab komando diberlakukan kepada para perwira pemegang komando pada saat itu.

(Redaksi/Sumber)
loading...