PB, Yogyakarta — Usaha peternakan ayam yang dijalankan oleh peternak di Daerah Istimewa Yogyakarta rupanya juga merasakan imbas perekonomian nasionalk yang semakin tidak stabil.

Penjualan ayam potong yang menjadi salah satu idola ekonomi bagi para peternak, khususnya bagi masyarakat peternak ayam potong, sudah tidak lagi bisa dianggap sebagai bisnis yang bisa menghasilkan bagi ekonomi pemilik maupun pekerjanya.

Banyaknya ayam potong yang tidak lagi dilirik oleh para pembeli maupun oleh masyarakat, yang mengkonsumsi. Mengakibatkan para peternak ayam potong, Asosiasi Peternak Ayam Potong Yogyakarta (APAYO) menyurati pihak Dinas Peternakan Provinsi DIY.

Rencananya pihak peternak yang tergabung di dalam APAYO, akan membagikan secara gratis ayam ayam potong mereka kepada masyarakat luas, alasannya, agar masyarakat, khususnya masyarakat bawah bisa menikmati ayam potong.

‘Harga ayam potong (HPP) yang beredar dipasaran, selalu diatas Rp. 29.000-30,000/kg, sementara itu harga ayam hidup di kandang, selalu dibawah HPP,’ ujar Drh, Adi Wibowo yang mewakili pihak APAYO.

Sejak bulan September 2018 lalu, dampaknya sudah dimulai dirasakan oleh para peternak, bahkan tidak sedikit yang langsung menutup usahanya, dan berlangsung hingga memasuki bulan Juni 2019.

Rencananya, pembagian ayam secara gratis kepada masyarakat, sebanyak 500 ekor dan akan dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2019, dengan lokasi 1. Timur Balaikota. 2. Taman parkir Sriwedari 3. Alun alun utara 4. Depan gedung pamungkas.

‘Daripada bangkrut tak bermanfaat mending kami bagikan gratis.’ ujar salah satu anggota Asosiasi Peternak Ayam Yoggakarta.

(Redaksi)

loading...