Heboh dengan kinerja pihak perusahaan milik BUMN, PT. Garuda Indonesia, yang melakukan sikap yang dianggap oleh para netizen sebagai sikap yang sudah berlebihan dalam memuji Presiden Joko Widodo.

Penyebab netizen membully pihak manajemen PT. Garuda Indonesia dikarenakan angkutan resmi rombongan haji Indonesia ini, menuliskan kalimat di badan pesawat yang dianggap sebagai kinerja yang mencatut para jamaah haji, untuk kepentingan pribadi dari para petinggi manajemen PT. Garuda.

Tulisan, “Terima kasih Pak Jokowi, doakan kami menjadi Haji yang mabrur. ONE FAMILY, ONE NATION, ONE GARUDA INDONESIA.” yang tertera di badan pesawat, melalui foto-foto pembuatannya disebarkan langsung oleh akun resmi sosial media twitter milik PT. Garuda, @IndonesiaGaruda.

Rupanya hal itu tidak begitu membuat kaget, karena salah satu rekan media ini, sempat menemui salah satu warga, yang kebetulan memiliki pengalaman pahit ketika sedang melamar ke PT. Garuda, dan sempat dipanggil untuk melakukan wawancara.

“Sebenarnya ini (kejadian) tidak ingin saya sebarkan, walaupun saya sempat memposting di media sosial namun sudah saya hapus,” ujar seorang wanita yang namanya kami belum kami siarkan, kemudian menceritakan pengalamannya selama dilakukannya wawacara.

Usai menerima panggilan untuk wawancara, wanita ini langsung menemui pihak manajemen PT. Garuda untuk melakukan wawancara. Selama sesi wawancara dengan pihak yang mewawancarai, dirinya masih merasa tidak terlalu berat menjawab pertanyaan yang diajukan.

Namun diakhir wawancara sebuah pertanyaan yang ditanyakan oleh salah satu tim pewawancara, menurutnya sudah keluar dari kaidah biasanya, karena pertanyaan tersebut, menanyakan dirinya memilih dan mendukung siapa dalam pilpres.

“Saya langsung menjawab pilih Prabowo-Sandi, dan mulailah pertanyaannya macama-macam bahkan terkesan mendiskreditkan pilihan saya,” ujarnya. Dan akhirnya wanita tersebut memberanikan diri untuk balik bertanya soal hubungan pekerjaan dengan piliha politiknya.

“Saya balik menanyakan apa hubungannya, antara bekerja di PT. Garuda Indonesia dengan pilihan politik ?” ujarnya dengan ketus, dan menurutnya jawaban yang diberikan sudah menjawab semua hasil wawancara jika dirinya tidak akan diterima bekerja di PT. Garuda Indonesia. “Apa mau dikata, saya harus melamar lagi, tapi kayaknya tidak ke BUMN,” ujarnya sambil menceritakan jika dirinya sebelumnya bekerja di salah satu Bank milik BUMN.

loading...