PB, Kendari — Aliansi Rakyat Konawe (ARK) menuding PT Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) merupakan biang kerok dari berbagai permasalahan yang dialami masyarakat di Kabupaten Konawe khususnya di Kecamatan Morosi.


Hal tersebut disampaikan oleh Kordinator Lapangan ARK Ahmad Zainul dalam orasinya di Sekertariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sultra, Kamis (11/7).

Zainul menilai kehadiran PT VDNI dan PT OSS telah melakukan mallpraktek penyalahgunaan izin lokasi kawasan Industri sehingga melanggar undang-undang 1945 pasal 33 dan perundang-undangan lainnya.


Akibatnya kata dia, masyarakat telah menjadi korban dari segala dampak negatif yang ditimbulkan oleh aktifitas kedua perusahaan tersebut.
Untuk itu Zainul menegaskan, pihaknya akan terus menyuarakan indikasi kecurangan yang dilakukan oleh kedua perusahaan itu hingga mendapatkan respon dari Pemerintah Provinsi Sultra.

“Kami tidak akan pernah berhenti, apapun tawarannya kalau bukan solusi penegakan supremasi hukum, saya adalah masyarakat yang merasakan dampak penderitaan akibat perusahaan itu, sebab itu haram hukumnya berhenti menyuarakan sebelum menuai keadilan,” tegasnya.


Untuk diketahui dalam aksi tersebut tak satupun anggota DPRD yang menemui peserta unjukrasa.


Akibatnya peserta unjukrasa sempat terlibat adu jotos dengan pihak keamanan karena memaksa masuk ruangan Sekertariat DPRD Sultra dan menyegel kantor tersebut.

(Redaksi)

loading...