PB, Sukabumi — Diberbagai tempat banyak kades didemo dan bahkan rumahnya dirusak warga karena korupsi atau perilaku buruk.

Namun Kepala Desa yang juga kader PKS Kabupaten Sukabumi ini, didemo warga dan rumahnya dirobohkan bukan karena korupsi tetapi karena kesederhanaan dan kejujurannya.

Rumah Sang Kades dirobohkan dan direnovasi warga karena dianggap sudah tidak layak huni.

Sebagaiaman beredar di media sosial, warga Cikahuripan ramai-ramai meobohkan rumah Kepala Desa Cisolok-Jaro Midun.

Peristiwa itu kontan mengagetkan sang istri sehingga menelepon dan mengabarkan bahwa rumahnya dirobohkan warga Jum’at (6/7).

Saat itu sang Suami yang merupakan Kepala Desa (Kades) Cikahuripan, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi tengah menghadiri acara resepsi pernikahan warganya.


Midun pun bergegas menuju rumahnya untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi dan sesampainya di halaman rumah, Kades Cikahuripan itu bingung seraya menghambur menemui kerumunan warga yang sedang membongkar kediamannya.

Iapun menanyakan alasan warga mengapa mereka membongkar rumahnya.

Salah seorang warga bernama Ujang menjelaskan jika inisiatif mereka merobohkan rumah Sang Kades, karena prihatin melihat kondisi rumah kediaman kepala desa yang sudah tidak layak huni.

Ujang dan kawan-kawan mengaku sengaja tidak memberitahukan niat mereka itu ke Jaro Midun (Kades red).


“Kami mengumpulkan sejumlah waga dan diam-diam mendatangi rumah Midun. Tanpa banyak bicara, kami pun merobohkannya dan terus dilanjutkan untuk merenovasinya,” kata Ujang.


Ujang menuturkan, awal keprihatinan warga muncul saat mereka bersilaturahim ke kediaman Kades pada hari kedua setelah lebaran lalu.

Saat bersilaturahim itulah hujan deras turun dan warga pun menyaksikan rumah tersebut bocor di sana-sini dan nyaris di seluruh bagian rumah.


Saat beberapa warga mencoba membetulkan atap yang bocor, ternyata beberapa bagian kayu penopang atap sudah lapuk yang nyaris runtuh.

Menurut Ujang, mereka dan kawan-kawan mengaku sedih dan terharu, kades yang banyak berjuang untuk menyejahterakan warganya, malah kediamannya sendiri nyaris roboh dan tidak layak huni.


“Sudah ratusan rumah warga yang tidak layak huni yang direnovasi berkat upaya kades menggedor bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi namun justru ia tidak memedulikan kondisi rumahnya sendiri,” ujar ujang lagi.


Senada dengan itu, salah seorang sahabat Jaro Midun lainnya, Yedi, menuturkan jika Sang Kades merupakan orang yang sangat mempedulikan kemajuan desanya serta kesejahteraan warganya.

“Sejak sebelum adanya dana desa dari pemerintah pusat, Midun sangat aktif mengajukan proposal pembangunan infrastruktur desa,” ujar Yedi.


Yedi menyebut program Midun di desanya saat ini adalah irigasi desa, jalan desa, bedah rumah untuk warga miskin, serta memperjuangkan pelabuhan pendaratan ikan untuk kemudahan usaha nelayan di desanya.

“Sayangnya, perjuangan Midun membantu nelayan terbentur oleh kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkait moratorium pembangunan pelabuhan perikanan,” imbuhnya.

Saat ditanyakan tanggapannya terkait aksi warga merobohkan rumahnya, Midun mengaku hanya bisa pasrah karena saat dirinya datang, aksi itu sudah berlangsung. Ia mengaku terharu dan sangat menghargai upaya warganya yang bergotong-royong memperbaiki rumah kediamannya, termasuk urunan pendanaan.

Kini sementara rumahnya belum selesai di renovasi, Midun sekeluargapun terpaksa menumpang di rumah tetangganya.

(Redaksi)

loading...